7 Mahasiswa FTIK USM Raih Juara Ideathon Blockchain Internasional

JATENGOPEDIA.ID- Sebanyak tujuh mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) berhasil menorehkan prestasi dengan lolos seleksi ajang nasional Startup Village Bogor 2026 yang diselenggarakan oleh Superteam Indonesia pada 27 Maret hingga 1 April 2026.
Acara ini merupakan wadah bagi para developer, builder, dan kreator yang berfokus membangun produk global di ekosistem blockchain Solana.
Ketujuh mahasiswa tersebut terpilih dari seleksi ketat yang hanya menyisakan 60 peserta. Lima di antaranya (Azmi, Ajiek, Dinda, Nur Irfan, dan Daniyal) lolos melalui jalur Student Fully Funded, sementara dua lainnya (Destria dan Ikhwan) berhasil masuk melalui jalur Umum/Profesional karena telah memiliki rekam jejak proyek di ekosistem Solana.
Ketua Program Studi S-1 Teknik Informatika USM, Dr Astrid Novita Putri SKom MKom memberikan apresiasi terhadap kegiatan Solana Startup Village 2026 dan mahasiswa FTIK USM yang lolos seleksi menjadi peserta kegiatan ini.
''Kami bangga atas pencapaian 7 mahasiswa kami yang lolos proses seleksi untuk menjadi peserta dalam kegiatan ini karena tidak semua mahasiswa di Indonesia mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan ini,'' katanya.
Lebih lanjut Astrid mengatakan, prestasi mahasiswa FTIK USM yang menjadi bagian dari tim-tim juara di event Ideathon Solana Startup Village 2026 menjadi tonggak untuk pengembangan keilmuan blockchain di USM.
Selama 5 hari kegiatan, para peserta dilebur secara acak ke dalam tim-tim baru yang terdiri dari empat orang lintas kampus dan instansi. Mereka mengikuti workshop dan Ideathon yang berfokus pada inovasi teknologi Decentralized Finance (DeFi), Real World Assets (RWA), dan Consumer Apps.
Kemampuan adaptasi dan kerja sama tim mahasiswa USM patut diacungi jempol. Pada puncak acara, yakni sesi Demo Day yang dinilai langsung oleh dewan juri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), perwakilan mahasiswa USM berhasil membuktikan diri dengan menjadi bagian penting dari tim kolaborasi yang sukses meraih gelar Juara. Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa USM tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkolaborasi secara profesional dengan talenta-talenta teknologi dari seluruh Indonesia.
Borong Juara
Pada kategori Consumer Apps, Ikhwanul Husna berhasil menjadi bagian penting dari tim kolaborasi nasional Satset Labs. Bersama tiga rekan tim lainnya yang berasal dari kalangan umum dan kampus lain, mereka sukses membawa proyek Warung Agent meraih Juara 1 dengan hadiah sebesar $600. Prestasi serupa juga diraih di kategori Real World Assets (RWA), di mana Azmi Maulana terpilih bergabung dalam tim lintas institusi Nusa Harvest yang menduduki posisi Juara 1 dengan hadiah $600.
Sementara itu, pada kategori Decentralized Finance (DeFi), Destriani Rahayu sukses berkolaborasi dengan empat profesional lainnya dalam tim StableX dan berhasil mengamankan gelar Juara 1 dengan hadiah sebesar $600. Melengkapi torehan prestasi tersebut, tim Komisi 7 dengan proyek Petak yang diperkuat oleh Muhammad Nur Irfan dan Daniyal Faridudin Nayf bersama dua rekan tim dari publik berhasil meraih Juara 2 pada kategori RWA dengan hadiah $400.













