Wakil Ketua DPRD Magetan Resmi Jabat Plt Ketua Usai Kasus Korupsi Menjerat Pimpinan

JATENGPEDIA.ID–Dinamika politik di lingkungan DPRD Kabupaten Magetan mengalami perubahan signifikan setelah sang ketua ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Langkah cepat diambil untuk menjaga stabilitas kinerja legislatif dengan menunjuk Wakil Ketua I DPRD, Suyatno sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD.
Penunjukan ini dilakukan agar fungsi pengawasan dan penganggaran daerah tetap berjalan meski tengah didera kemelut hukum. Sekretaris DPRD Magetan, Yok Sujarwadi mengonfirmasi bahwa langkah ini merupakan hasil musyawarah pimpinan DPRD.
"Hasil rapat dan musyawarah pimpinan, menunjuk Pak Suyatno sebagai pelaksana tugas ketua dewan," Ujar Yok Sujarwadi, sebagaimana dilansir dari Liputan6.com, Jumat (24/4/2026).
Melansir dari laporan Liputan6, kasus yang menyeret pimpinan dewan ini mengejutkan banyak pihak dan menjadi perhatian serius bagi masyarakat Magetan. Penetapan status tersangka tersebut berawal dari penyelidikan intensif pihak kejaksaan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang atau dana publik yang merugikan negara. Dalam situasi yang cukup tegang ini, pihak sekretariat menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat yang berwenang. Iswahyudi Yulianto kembali menegaskan posisi lembaga dalam menanggapi situasi ini dengan menyatakan, "Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kejaksaan saat ini," sebagai bentuk kepatuhan terhadap supremasi hukum di Indonesia.
Penunjukan ini bersifat sementara hingga ada keputusan hukum tetap atau langkah politik lebih lanjut dari partai pengusung. Yok Sujarwadi menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua fraksi di DPRD demi kelancaran tugas harian
"Sifatnya sementara waktu sambil menunggu proses hukum atau partai pengusung menunjuk ketua definitif baru,” Tambahnya.
Diharapkan dengan adanya Plt, fungsi DPRD Magetan dalam melayani kepentingan masyarakat tidak ikut tersandera oleh kasus hukum yang sedang berjalan. Transparansi dan integritas menjadi tuntutan utama warga agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Fokus masyarakat kini tertuju pada integritas para anggota dewan yang tersisa untuk membuktikan bahwa kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas di atas kepentingan pribadi maupun golongan.













