Mencari

APBN Siap Sokong Pembangunan Jakarta Education and Innovation Center Demi Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan

APBN Siap Sokong Pembangunan Jakarta Education and Innovation Center Demi Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan

download (81)
JATENGPEDIA.ID - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengawal transformasi ekonomi berbasis inovasi melalui pengalokasian APBN secara optimal. Langkah nyata ini salah satunya ditunjukkan lewat dukungan terhadap proyek Jakarta Education and Innovation Center yang dirancang sebagai pusat peremajaan kota berbasis ilmu pengetahuan, Kamis (30/7/2026).


Dalam agenda diskusi kelompok terumpuk (Focus Group Discussion), Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa peran APBN amat krusial untuk menggeser paradigma pembangunan nasional agar tidak lagi sekadar bergantung pada tenaga fisik semata, melainkan pada gagasan dan riset unggulan.


Pemerintah terus konsisten menjalankan mandat konstitusi dengan mengalokasikan 20 persen anggaran untuk sektor pendidikan. Sebagaimana dilansir dari Antara, total alokasi yang dikucurkan sepanjang kurun waktu 2009 hingga 2026 telah menembus Rp7.667,3 triliun. Dari dana besar tersebut, negara juga berhasil mengumpulkan Dana Abadi Pendidikan di bawah pengelolaan LPDP yang nilainya kini menyentuh angka Rp195 triliun. 


"Indonesia perlu beralih dari yang sebelumnya mengandalkan perspiration (kerja keras fisik) menuju innovation (inovasi)," ujar Suahasil.


Sebagai upaya merangsang geliat riset dan pengembangan (R&D) di sektor swasta yang dinilai masih minim, pemerintah meluncurkan insentif pemotongan pajak berupa Super Tax Deduction. Fasilitas ini memungkinkan pelaku usaha memperoleh pengurangan penghasilan bruto hingga 300 persen dari total biaya riset yang dialokasikan, baik yang dikerjakan secara mandiri maupun bermitra dengan lembaga penelitian. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak partisipasi dunia industri dalam menciptakan produk riset yang bernilai guna tinggi bagi perekonomian nasional.


Guna merealisasikan Jakarta Education and Innovation Center secara konkret, Kementerian Keuangan mendorong sinergi yang erat antara Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Pembagian peran dirancang proporsional, di mana kementerian teknis fokus menyusun regulasi serta kerangka program pendukung, sedangkan Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab menyediakan lahan, bangunan, dan sarana infrastruktur. Kolaborasi terpadu ini diyakini bakal mempercepat lahirnya ekosistem pendidikan dan inovasi yang solid di ibu kota.

iconLangganan

ke Newsletter