Mencari

Atasi Karhutla Tanjung Puting, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Khusus dan Bantuan Pompa Air

Atasi Karhutla Tanjung Puting, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Khusus dan Bantuan Pompa Air

images - 2026-10-13T113129.637
JATENGPEDIA.ID - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang area Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah ditangani secara intensif dan mendapatkan perhatian khusus. Instruksi ini disampaikan sewaktu memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla secara hybrid langsung dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. 

Kepala Negara menggarisbawahi pentingnya perlindungan ekstra terhadap kawasan konservasi tersebut menyusul laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait ditemukannya titik api baru yang membumihanguskan lahan seluas kurang lebih 513,89 hektare.

Dilansir dari Metrotvnews.com, Presiden menegaskan komitmennya untuk memperkuat benteng pertahanan kawasan konservasi nasional lewat penambahan personel penjaga hutan. Guna memaksimalkan upaya pencegahan karhutla ke depan, beliau merencanakan peningkatan jumlah serta kapasitas polisi hutan secara bertahap di seluruh Indonesia. 

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita.” ujarnya.

Ia juga mendorong sinergi bersama kepolisian demi menggembleng kualitas para petugas di lapangan dengan menambahkan, “Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan.”

Langkah penanganan di lapangan sendiri menghadapi tantangan medan rawa yang sulit diakses oleh armada pemadam darat. Kondisi geografis yang ekstrem ini dilaporkan langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, yang menyampaikan kebutuhan mendesak berupa unit pompa air berukuran portabel untuk menjangkau titik-titik api. 

Merespons kendala teknis tersebut, Presiden Prabowo mengambil keputusan cepat dengan melipatgandakan pasokan bantuan peralatan yang diminta agar proses pemadaman berjalan lebih optimal.

Tak hanya unit pompa pemadam, tim gabungan di lokasi juga memerlukan sumur bor tanah dangkal dengan kedalaman 10 hingga 15 meter guna menjamin ketersediaan pasokan air di sekitar area rawa yang terbakar. Presiden langsung menyetujui kucuran dana segar untuk mempercepat pembuatan ratusan titik air tersebut di lokasi terdampak. Saat merespons kebutuhan logistik serta anggaran pendukung di lapangan, Prabowo menegaskan komitmennya dengan mengatakan, “Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” serta menambahkan, “Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik.”

Proses pengerjaan sumur bor tersebut diinstruksikan untuk melibatkan serta memberdayakan warga lokal secara langsung. Lewat penghentian pergerakan api secara cepat serta penguatan langkah intervensi dari hilir ke hulu, pemerintah berharap kobaran api di Taman Nasional Tanjung Puting dapat segera dipadamkan secara total tanpa meluas ke area hutan lainnya.

 

iconLangganan

ke Newsletter