Atasi Masalah Sampah, Pemkot Denpasar Resmi Memulai Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

JATENGPEDIA.ID - Pemerintah Kota Denpasar, Bali, bergerak cepat dalam menuntaskan persoalan limbah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta penyerahan lahan di Lapangan Niti Mandala Renon pada Selasa (7/7/2026).
Sinergi ini dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama pihak Danantara. Pada momen yang sama, lahan proyek juga resmi diserahterimakan kepada PT Weiming Nusantara Bali New Energy selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) dengan status siap bangun (ready to build) agar proses konstruksi bisa segera berjalan di lapangan.
Dilansir dari Metrotvnews.com, kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen bersama antara Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, Pemprov Bali, dan pihak BUPP terkait penyediaan sampah serta pemanfaatan lahan TPA. Langkah strategis di Pulau Dewata ini pun mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Ia menyebutkan bahwa secara nasional, infrastruktur PSEL diproyeksikan mampu menyelesaikan sekitar 22 persen problem sampah di tanah air, walau peran aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tetap menjadi kunci utama.
Pembangunan fasilitas PSEL ini diharapkan tidak hanya sekadar memangkas volume sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir, melainkan juga mampu mengonversinya menjadi sumber daya listrik yang ramah lingkungan.
Wali Kota Denpasar menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan pilar utama dalam menghadirkan solusi konkret bagi kelestarian lingkungan Bali. Keberhasilan proyek ini nantinya diharapkan membawa dampak positif yang luas bagi kualitas hidup warga sekitar.
Terkait peresmian proyek strategis ini, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan optimisme dan harapannya agar program ini berjalan lancar.
"Penandatanganan PKS dan penyerahan lahan proyek ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," ujarnya.
Sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang energi yang bernilai guna.













