Mencari

Bos Lab Vape Narkoba Jadi Buron, Diduga Manfaatkan Ojol buat Kirim Barang

Bos Lab Vape Narkoba Jadi Buron, Diduga Manfaatkan Ojol buat Kirim Barang

BURONAN
JATENGPEDIA.IDKabar terbaru datang dari pengejaran sindikat narkoba jenis baru yang melibatkan cairan rokok elektrik. Dilansir dari CNN Indonesia pada Rabu (22/4/2026), polisi resmi menetapkan sosok pria bernama Frendry Dona sebagai buronan alias masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Frendry bukan orang sembarangan dalam kasus ini, ia diidentifikasi sebagai otak sekaligus pemilik laboratorium rahasia yang memproduksi liquid vape berisi narkotika. 

“DPO atas nama Frendy Dona alias Fhoku yang berperan sebagai pengendali clan lab etomidate di Jakarta,” Ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Baareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso

Dalam menjalankan bisnis gelapnya, Frendry ternyata punya taktik yang cukup rapi agar tidak mudah terendus oleh petugas di lapangan. Ia diduga kuat memanfaatkan jasa transportasi daring atau ojek online (ojol) untuk mendistribusikan produk liquid narkobanya kepada para pembeli. Kasus ini mulai terbongkar berkat kecurigaan seorang pengemudi ojek online terhadap paket yang diantarkannya pada Senin (13/4) malam, yang kemudian membawanya melapor ke Bareskrim Polri. Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan perangkat x-ray, kecurigaan tersebut terbukti benar karena paket tersebut berisi narkoba.

"Setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan oleh personel Subdit IV didapatkan 13 bungkus catridge warna hitam berlogo Mafia diduga bersisi cairan etomidate dan satu bungkus bening yang diduga berisi sabu," jelasnya.
Dalam kasus ini, Eko mengatakan total barang bukti narkoba yang disita berkisar Rp410.781.120. Meski jejaknya masih terus diburu, polisi sudah mengantongi bukti-bukti kuat terkait keterlibatan FD dalam operasional laboratorium tersebut. 

"Kami terus melakukan pengejaran terhadap FD yang berperan sebagai pemilik dari laboratorium ini,” imbuhnya

Langkah tegas ini diambil karena peredaran narkoba dalam bentuk liquid vape dianggap sangat berbahaya bagi masyarakat luas, terutama anak muda. Selain memburu Frendry, petugas juga terus mendalami apakah ada pelaku lain yang membantu pelariannya atau terlibat dalam pendanaan lab tersebut. Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan orang yang kini statusnya resmi menjadi buronan negara tersebut.

 

iconLangganan

ke Newsletter