Dampak Gempa M 7,7 NTT: 72 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak Berat

JATENGPEDIA.ID - Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan terus bertambah hingga menyentuh angka 72 orang. Berdasarkan pendataan terbaru pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB, peristiwa naas yang dipicu guncangan bermagnitudo 7,7 sejak Sabtu pekan lalu tersebut juga mengakibatkan sekitar 900 warga mengalami luka-luka dan puluhan ribu jiwa lainnya terpaksa mengungsi.
Dilansir dari CNN Indonesia, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 82.691 jiwa yang kini berada di penampungan serta 18.019 kepala keluarga terdampak langsung. Kerusakan fisik tergolong parah dengan rincian 29.001 unit rumah warga mengalami kerusakan, di mana lebih dari 11 ribu di antaranya berkategori rusak berat. Pemerintah Provinsi NTT pun resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana selama dua pekan hingga 28 Agustus 2026.
Selain pemukiman warga, hantaman gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo ini merusak ratusan fasilitas umum dan infrastruktur vital. Tercatat 804 fasilitas pendidikan, 237 fasilitas kesehatan, puluhan tempat ibadah, serta ratusan perkantoran dan titik jalan mengalami kerusakan. Benturan gempa turut merusak belasan jembatan, sarana irigasi, hingga fasilitas gudang logistik di daerah terdampak.
Di tengah upaya penanganan darurat, Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengimbau para penyintas untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan.
"Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama. Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan," ujar Suharyanto.
BMKG mengonfirmasi bahwa frekuensi dan intensitas guncangan susulan menunjukkan tren penurunan dibanding gempa utama. Petugas gabungan kini terus mempercepat distribusi bantuan logistik, perlengkapan medis, serta penanganan trauma bagi puluhan ribu pengungsi yang tersebar di pelbagai titik darurat di NTT.













