Mencari

Demam OOTD Musim Panas dan Fast Fashion: Bikin Gerah, Sampah Menumpuk, dan Lingkungan Rusak!

Demam OOTD Musim Panas dan Fast Fashion: Bikin Gerah, Sampah Menumpuk, dan Lingkungan Rusak!

download - 2026-08-10T160509.483
JATENGPEDIA.ID- Perubahan musim kerap dijadikan alasan bagi masyarakat urban untuk memperbarui penampilan dan mengikuti tren busana outfit of the day (OOTD) khas musim panas. Pembelian pakaian murah secara impulsif dari industri fast fashion menjadi gaya hidup yang dianggap wajar demi tampil modis di media sosial. Sayangnya, pemikiran jangka pendek ini kerap mengabaikan fakta bahwa bahan pakaian sintetis yang tidak menyerap keringat justru menyiksa tubuh di tengah cuaca panas yang menyengat.

 

Secara personal, menggunakan pakaian berbahan poliester atau sintetis berlebihan di musim kemarau memicu masalah kulit serius seperti biang keringat, iritasi, hingga infeksi jamur. Selain merusak kenyamanan dan kesehatan kulit diri sendiri, belanja baju berlebihan hanya akan menumpuk beban finansial yang tidak perlu. Pakaian murah yang cepat rusak pada akhirnya hanya memenuhi lemari tanpa memberikan fungsi perlindungan yang maksimal dari paparan sinar matahari.

 

Dampak buruk gaya hidup konsumtif ini secara bertahap merembet ke lingkungan sosial dan industri nasional. Penumpukan limbah tekstil yang sulit terurai makin memperburuk tata kelola sampah di berbagai kota besar, menciptakan penumpukan sampah yang memicu bau serta penyakit di pemukiman. Di sisi lain, proses produksi masal industri kain sintetis mengeksploitasi sumber daya air nasional secara masif di saat negara justru sedang mengalami krisis pasokan air bersih.

 

Masyarakat diimbau untuk mulai beralih ke gaya hidup sustainable fashion atau busana berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan dan adaptif terhadap iklim. Memilih pakaian berbahan katun atau serat alam yang sejuk serta memaksimalkan pakaian yang sudah ada adalah langkah bijak dalam menghadapi musim kemarau. Langkah sederhana ini tidak hanya menyelamatkan kesehatan kulit dan dompet pribadi, tetapi juga membantu negara mengurangi beban limbah serta krisis lingkungan yang kian memprihatinkan.

 

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter