Mencari

Dongkrak Potensi Daerah, Kemenperin Sulap Pisang dan Tenun Manggarai Timur Jadi Komoditas Bernilai Tinggi

Dongkrak Potensi Daerah, Kemenperin Sulap Pisang dan Tenun Manggarai Timur Jadi Komoditas Bernilai Tinggi

images (36)
JATENGPEDIA.ID - Kementerian Perindustrian terus menaruh perhatian besar pada program hilirisasi komoditas unggulan di berbagai daerah pada 6 Juli 2026. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memperkuat sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) olahan pisang serta kain tenun di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini sengaja diambil agar bahan baku lokal di daerah tersebut tidak sekadar dijual mentah, melainkan diolah terlebih dahulu agar memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. Selain mampu mendongkrak perekonomian warga lokal, proyek strategis ini diproyeksikan dapat membuka banyak lapangan pekerjaan baru di wilayah tersebut.


Dilansir dari CNN Indonesia, program pengembangan sentra IKM ini didanai melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perindustrian. Kawasan Manggarai Timur sendiri dinilai memiliki potensi pertanian yang melimpah, di mana buah pisang bisa diolah secara kreatif menjadi aneka produk oleh-oleh seperti keripik, bolu, sale, hingga tepung pisang. 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa pemerintah pusat tidak hanya membangun fisiknya saja, melainkan juga ikut mengawasi jalannya sentra tersebut agar dampaknya benar-benar terasa nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat. 

"Kementerian Perindustrian terus mengajak pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi sentra IKM yang dimiliki sehingga pembinaan industri dapat dilakukan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memaksimalkan pengembangan sektor industri secara berkelanjutan," ujar Agus.


Tidak sebatas komoditas pangan, pemerintah juga menyuntikkan dana untuk menghidupkan kembali sentra IKM tenun yang menjadi warisan budaya lokal di Manggarai Timur. Agar ekosistem produksinya berjalan optimal, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyebutkan bahwa pihaknya telah membangun fasilitas yang lengkap di lapangan. 


Fasilitas tersebut mencakup gedung produksi, gudang penyimpanan, ruang pengemasan, sarana promosi, hingga bantuan mesin-mesin modern. 


"Fasilitas yang telah dibangun ini harus menjadi pusat produksi, pusat pembelajaran, pusat promosi, sekaligus pusat kolaborasi bagi para pelaku IKM olahan pangan di Manggarai Timur," tutur Reni.


Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal IKMA, Yedi Sabaryadi, turut menambahkan bahwa kunci sukses dari keberadaan sentra ini terletak pada kekompakan kerja sama antara petani, pengelola, dan pasar. 


Terkait industri tenun khas NTT yang ikut dikembangkan, ia mengingatkan para pengrajin untuk tidak takut melakukan inovasi demi memikat pasar modern yang lebih luas. Melalui bimbingan teknis dari DAK Nonfisik, para pelaku usaha lokal kini dilatih untuk meningkatkan kapasitas SDM mereka, mulai dari manajemen bisnis hingga cara mendapatkan sertifikasi halal. 


"Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, tetapi justru menjadi cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap hidup, diterima generasi muda, dan mampu menembus pasar yang lebih luas," pungkas Yedi.

iconLangganan

ke Newsletter