Mencari

Evakuasi Udara Korban KM Virgo Transport 8, Empat Jenazah Diterbangkan ke Banjarbaru

Evakuasi Udara Korban KM Virgo Transport 8, Empat Jenazah Diterbangkan ke Banjarbaru

images - 2026-09-16T143204.541
JATENGPEDIA.ID - Proses evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terus berjalan di mana empat jenazah berhasil dipindahkan lewat jalur udara menuju Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, per Rabu, 16 September 2026. Penanganan evakuasi udara tersebut telah dilaksanakan secara bertahap sejak Selasa, 15 September 2026, menggunakan armada helikopter Basarnas.

Dilansir dari Antara, tahap awal penjemputan diawali pendaratan helikopter HR-3601 pada pukul 11.23 WITA yang mengangkut dua jenazah dari TB Trans Coal Pacific. Selang beberapa waktu kemudian, helikopter jenis AS-365 P-3013 menyusul mendarat pada pukul 11.55 WITA untuk membawa dua korban meninggal dunia lainnya yang berhasil dievakuasi dari perairan.

Selain pemindahan korban meninggal via udara, sebanyak 22 korban selamat dipindahkan secara bertahap dari KM Cahaya Bahari Jaya menuju KRI Nala. Para korban selamat tersebut kemudian diantar menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan memanfaatkan Rigid Buoyant Boat (RBB) milik Lanal Banjarmasin. Hingga kini, akumulasi korban yang berhasil dievakuasi mencapai 114 orang, meliputi 108 selamat dan enam meninggal dunia.

Operasi SAR skala besar ini diperkuat oleh 1.097 personel gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, serta potensi SAR setempat. Dukungan alutsista yang dikerahkan mencakup lima armada udara dan 17 kapal patroli laut, termasuk penerbangan pesawat Cessna 208 Caravan untuk pemantauan visual udara.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan bahwa pencarian dipusatkan pada keberadaan 129 penumpang yang masih hilang. 

"Pada pukul 11.55 WITA, helikopter AS-365 P-3013 menyusul mendarat di Bandara Syamsudin Noor dengan membawa dua korban meninggal dunia lainnya yang juga berhasil dievakuasi dari perairan," kata Syafii. Ia menambahkan, "Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif."

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter