Mencari

Gandeng MAN 1 Semarang, Dosen USM Gelar Pendampingan Anti-Child Grooming

Gandeng MAN 1 Semarang, Dosen USM Gelar Pendampingan Anti-Child Grooming

WhatsApp Image 2026-07-13 at 17.10.47
JATENGPEDIA.ID — Sejumlah dosen Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di MAN 1 Kota Semarang, Senin (13/7/2026), yang bertajuk edukasi dan pendampingan guru dalam mengidentifikasi pola child grooming di media sosial.

 

Tim pengabdian yang terdiri atas Dr. Soiful Hadi, S.T., M.Kom., Vensy Vydia, S.Kom., M.Kom.; Feti Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Hermiana Vereswati, S.Psi., M.Psi.; dan Markus Nanang Irawan Budi Susilo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, berkolaborasi memberikan materi sekaligus pendampingan langsung kepada para guru. Kegiatan ini diikuti oleh 30 guru dari MAN 1 Kota Semarang.

 

Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi respons atas meningkatnya risiko kejahatan siber terhadap anak, khususnya modus grooming yang kerap menyasar pelajar melalui platform media sosial. Para guru dinilai memiliki peran strategis sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan siswa sehari-hari, sehingga penting untuk dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda awal ketika seorang anak berpotensi menjadi korban.

 

Markus Nanang Irawan Budi Susilo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Psikologi USM menjelaskan bahwa child grooming merupakan proses bertahap yang dilakukan pelaku untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan anak sebelum akhirnya melakukan eksploitasi.

 

"Guru tidak harus menjadi ahli teknologi, tapi guru perlu peka terhadap perubahan sikap siswa. Kepekaan itu yang akan membantu deteksi dini sebelum masalah menjadi lebih besar," ujarnya

 

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa ciri umum yg patut diwaspadai oleh Guru, seperti munculnya kedekatan berlebihan antara anak dengan orang asing di dunia maya, pemberian perhatian atau hadiah yang tidak wajar, ajakan untuk merahasiakan komunikasi dari orang tua atau guru, hingga perubahan perilaku anak yang tiba-tiba menjadi tertutup atau cemas terkait aktivitas daring mereka.

 

Tak hanya pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi mengenai langkah pendampingan yang tepat apabila menemukan indikasi siswa mengalami situasi berisiko. 

 

Tim dosen USM juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara guru, siswa, dan orang tua, serta segera melibatkan pihak berwenang atau layanan perlindungan anak apabila ditemukan indikasi kuat adanya eksploitasi.

 

Wakil Kepala bidang Hubungan masyarakat MAN 1 Kota Semarang, Irfan Dwi Putranto S.Pd menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama dengan USM dapat berlanjut dalam bentuk program edukasi digital lainnya. 

 

“Kami juga memberikan pendampingan juga wawasan pada siswa agar menggunakan media sosial secara bijak dan beradap sehingga mendatangkan kemaslahatan,” terangnya.

 

Besar harapan Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi siswa, khususnya di tengah tingginya interaksi anak dengan dunia digital saat ini.

iconLangganan

ke Newsletter