Gandeng Sekolah Islam Al Azhar Cairo, UDB Dorong Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini

JATENGPEDIA.ID - Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Islam Al Azhar Cairo Sukoharjo pada Selasa (29/9/2026).
Mengusung tema “Jamu Ramah Anak melalui Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Jahe Instan”, acara ini diikuti oleh 17 siswa tingkat SMP. Kehadiran tim UDB disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Dimas Tunggul Wardoyo, S.Si., M.Pd., yang menilai bahwa pembelajaran praktis secara langsung sangat efektif dalam mengasah keterampilan serta menumbuhkan minat kewirausahaan pada diri para siswa.
Dalam sesi utama, materi pengolahan rempah dipandu secara interaktif oleh Devi Fitri Astuti, S.TP., M.P., selaku ketua tim pengabdian. Para siswa diajak memahami beragam jenis rempah beserta manfaat kesehatan dari jahe sebelum melangkah ke sesi praktik langsung dengan metode learning by doing. Selama proses pembuatan bubuk jahe instan, para peserta mendalami tiap tahapan pengolahan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan, pemanasan, hingga teknik pengkristalan. Devi menegaskan pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi.
“Kami ingin siswa mengenal jamu bukan hanya sebagai minuman tradisional, tetapi juga memahami bagaimana bahan rempah seperti jahe dapat diolah menjadi produk yang lebih praktis dan menarik,” ujar Devi.
Tidak berhenti pada tahap produksi, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai strategi pemasaran digital yang disampaikan oleh anggota tim, Indra Marliana, S.T.P., M.Sc. Materi ini dirancang untuk melatih para siswa memanfaatkan platform media sosial, merancang ide konten yang kreatif, serta menyusun promosi yang memikat calon konsumen. Indra menggarisbawahi bahwa kemampuan branding sama pentingnya dengan kualitas produk itu sendiri.
“Membuat produk merupakan satu bagian dari proses. Produk yang sudah dibuat juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat. Melalui pemasaran digital, siswa dapat belajar membuat ide konten dan menyampaikan informasi mengenai produk dengan cara yang menarik,” ungkap Indra.
Para peserta menyambut pelatihan kolaboratif ini dengan penuh antusias karena mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan dan aplikatif. Salah seorang siswa peserta, Hafidz Faeyza Asyam, mengaku sangat gembira bisa mempraktikkan langsung proses pengolahan jahe sekaligus belajar cara mempromosikannya. Keberhasilan membuat produk minuman herbal sendiri memberi impresi positif bagi para pelajar bahwa jamu tradisional dapat dikemas secara modern dan disukai oleh kalangan muda.
Secara keseluruhan, pelaksanaan PKM oleh Universitas Duta Bangsa Surakarta ini menjadi langkah nyata dalam mendekatkan generasi muda pada pemanfaatan bahan pangan lokal. Melalui perpaduan antara edukasi nutrisi, teknik pengolahan pangan yang higienis, serta strategi literasi digital, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi para siswa untuk terus berinovasi. Langkah ini sekaligus membuktikan peran aktif perguruan tinggi dalam menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dan berdampak positif bagi masyarakat luas.













