Mencari

Gempa Darat M2,7 Kembali Guncang Kabupaten Bandung Senin Pagi

Gempa Darat M2,7 Kembali Guncang Kabupaten Bandung Senin Pagi

images - 2026-09-21T133924.642
JATENGPEDIA.IDAktivitas kegempaan kembali melanda wilayah selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 21 September 2026. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 tersebut terjadi saat dini hari, tepatnya pada pukul 04.33 WIB, ketika sebagian besar warga masih lelap beristirahat. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar meskipun belum ada laporan mengenai dampak kerusakan fisik maupun korban jiwa.

Dilansir dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa tercatat berada di darat pada koordinat 7,24 derajat Lintang Selatan dan 107,62 derajat Bujur Timur. Lokasi persisnya berjarak sekitar 27 kilometer di sebelah selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman yang tergolong sangat dangkal, yakni 4 kilometer. Kedalaman yang cukup dangkal ini menyebabkan guncangan terasa relatif nyata di area sekitar pusat gempa.

Guncangan pada awal pekan ini menambah panjang deretan aktivitas getaran bumi yang melanda kawasan selatan Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir. Beberapa hari sebelumnya, yakni pada 17 September 2026 pukul 06.21 WIB, gempa berkekuatan serupa M2,7 dengan kedalaman 4 kilometer juga sempat dirasakan warga di Pangalengan, Talegong, hingga Cisewu dengan skala intensitas III MMI.

Sehari sebelum kejadian tersebut, tepatnya pada 16 September 2026 pukul 08.11 WIB, BMKG merekam gempa bermagnitudo 2,9 dengan kedalaman 5 kilometer di wilayah yang sama. Getaran tersebut dirasakan cukup jelas oleh masyarakat di wilayah Pangalengan dan Kertasari pada intensitas III MMI. Rentetan kejadian ini mengindikasikan adanya pergerakan aktif pada struktur batuan di kawasan setempat.

Menyikapi berulangnya kejadian ini, BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik dan selalu bersikap waspada terhadap potensi getaran susulan. Warga juga diimbau untuk memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau spekulasi yang belum jelas sumber kebenarannya. Untuk memastikan informasi yang diterima akurat, masyarakat diminta untuk selalu mengacu pada kabar terbaru dari kanal-kanal komunikasi resmi BMKG.

iconLangganan

ke Newsletter