Mencari

Harapan Damai Pupus, Trump Sebut Usulan Iran Tidak Layak

Harapan Damai Pupus, Trump Sebut Usulan Iran Tidak Layak

DUCK
JATENGPEDIA.ID-Harapan untuk mencapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran tampaknya kian menipis. Ketegangan memuncak setelah Presiden Donald Trump secara terbuka menolak draf balasan dari Teheran terkait usulan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama sepuluh pekan tersebut. Trump menilai poin-poin yang diajukan Iran sama sekali tidak memenuhi syarat dan justru memperkeruh suasana di tengah krisis yang telah mengganggu arus energi global.

Kabar mengenai memudarnya peluang damai ini dilansir dari laporan Reuters pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam keterangannya, Trump menyatakan bahwa status gencatan senjata saat ini berada dalam kondisi yang sangat kritis. Ketidaksepakatan ini muncul setelah Iran bersikeras pada sejumlah tuntutan, termasuk penghentian perang di semua lini, kompensasi atas kerusakan perang, serta kedaulatan penuh atas Selat Hormuz.

Donald Trump tidak menahan diri dalam menyampaikan kekecewaannya kepada awak media terkait dokumen balasan dari pihak Teheran. Ia secara terang-terangan menyebut usulan tersebut tidak layak untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

“Saya akan menyebutnya (gencatan senjata) berada pada posisi terlemah saat ini, setelah membaca tumpukan sampah yang mereka kirimkan kepada kami. Saya bahkan tidak menyelesaikannya,” ujar Trump.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, tetap mempertahankan posisi negaranya dan menganggap tuntutan mereka adalah hal yang wajar bagi sebuah kedaulatan. 

"Permintaan kami sah: menuntut diakhirinya perang, pencabutan blokade (AS) dan pembajakan, serta pelepasan aset-aset Iran yang telah dibekukan secara tidak adil di bank-bank karena tekanan AS," ungkap Baghaei.

Kebuntuan diplomatik ini pun langsung berdampak pada pasar dunia, di mana harga minyak mentah Brent terpantau melonjak hingga melampaui $104,50 per barel.

 

iconLangganan

ke Newsletter