Mencari

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Akibat Gejolak Jalur Pasokan Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Akibat Gejolak Jalur Pasokan Timur Tengah

download - 2026-08-10T124915.058
JATENGPEDIA.ID - Harga minyak mentah global kembali merangkak naik pada perdagangan Senin (10/8/2026), didorong oleh tingginya risiko geopolitik serta ketidakpastian pembukaan akses pelayaran di Selat Hormuz. Melonjaknya tensi keamanan di kawasan Timur Tengah ini makin menguat setelah kelompok Houthi mengklaim serangan terhadap kilang minyak milik Arab Saudi di Jazan. Situasi panas tersebut langsung memicu kekhawatiran para pelaku pasar akan terganggunya rantai pasok energi dunia secara beruntun.

Dilansir dari Investing.com, penguatan ini mencatatkan lonjakan harga minyak mentah Brent berjangka sebesar 1,1 persen hingga menembus angka USD84,45 per barel, sementara varian West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,2 persen ke level USD78,18 per barel. Keraguan pasar mengenai pemulihan arus logistik energi makin menebal setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa kesepakatan jalur pelayaran bersama Oman tidak akan serta-merta membuka Selat Hormuz secara penuh. Pasar juga sempat merespons fluktuasi ini seiring pernyataan analisis dari tim ANZ yang menilai pergerakan komoditas energi masih berada dalam fase rentan, dengan menegaskan bahwa "pasar minyak kembali menghadapi pekan yang bergejolak."

Ketegangan di koridor ekspor utama tersebut makin diperparah oleh rentetan insiden keamanan yang menimpa armada kapal tanker komersial serta penolakan Teheran untuk berdialog langsung dengan Washington. Pembatasan lalu lintas laut di Selat Hormuz tak hanya menghambat operasional kapal milik Abu Dhabi National Oil Co. (ADNOC), tetapi juga mengancam jalur distribusi alternatif di sekitar Laut Merah dan Teluk Aden. 

Di sisi lain, eskalasi konflik di wilayah lain sedikit teredam berkat adanya kesepakatan Ukraina untuk tidak menargetkan infrastruktur energi non-Rusia di kawasan Laut Hitam yang menjadi jalur krusial ekspor minyak Kazakhstan.

Meskipun ancaman gangguan pada ekspor Kazakhstan mulai mereda, kombinasi risiko keamanan di Laut Merah, Laut Hitam, serta Selat Hormuz tetap menahan harga minyak di level tinggi. Pasar global diprediksi masih akan dibayangi volatilitas tajam selama syarat-syarat geopolitik, seperti pencabutan sanksi dan penghentian blokade laut, belum menemui titik temu di meja perundingan internasional.

 

iconLangganan

ke Newsletter