Helikopter Matthew Air Jatuh, Delapan Orang Dinyatakan Gugur

JATENGPEDIA.ID–Duka mendalam menyelimuti dunia penerbangan tanah air setelah helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara ditemukan dalam kondisi hancur di lereng bukit Desa Nanga Kiukang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Helikopter yang sempat dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (16/4) pagi saat menempuh rute dari Melawi menuju Kubu Raya tersebut akhirnya ditemukan oleh tim pencari dalam keadaan yang memprihatinkan. Medan yang terjal dan rimbunnya vegetasi hutan di area perbukitan sempat menjadi tantangan besar bagi tim evakuasi untuk mencapai titik koordinat jatuhnya burung besi tersebut.
Setelah melalui proses pencarian yang melelahkan, seluruh korban yang berjumlah delapan orang dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian. Tim SAR gabungan bekerja ekstra keras memulai proses evakuasi sejak Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Para petugas berupaya mengeluarkan jenazah dari puing-puing helikopter. Sebanyak lima korban berhasil dievakuasi lebih awal, sementara tiga lainnya sempat terjepit di antara reruntuhan badan pesawat sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan pada Jumat dini hari.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian operasi evakuasi berjalan lancar berkat sinergi yang kuat antar unsur SAR di lapangan. Jenazah para korban, yang terdiri dari dua kru pesawat—Captain Marindra W (pilot) dan Harun Arasyid (EOB)—serta enam penumpang lainnya yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito, langsung diturunkan dari puncak bukit menuju posko lapangan pada Jumat pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Tangis haru dan suasana khidmat mewarnai keberangkatan delapan ambulans yang membawa para korban menuju Yonif 642/Kapuas Sanggau dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Dari sana, jenazah direncanakan akan dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Meski duka tak terelakkan, kerja keras tim SAR yang berhasil menuntaskan misi evakuasi dalam waktu singkat patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya di tengah medan yang begitu berat.













