Hujan Lebat Guyur Blora, Puluhan Rumah di Cepu Terendam Luapan Dua Sungai

JATENGPEDIA.ID — Hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama yang mengguyur wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memicu terjadinya banjir di kawasan permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melaporkan bahwa luapan air sungai telah merendam puluhan rumah warga di beberapa titik di Kecamatan Cepu. Menurut pihak berwenang, banjir ini dipicu oleh ketidakmampuan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa menampung debit air yang melonjak drastis sehingga meluap ke rumah-rumah penduduk yang berada di sekitarnya.
Dampak dari luapan air tersebut bervariasi di beberapa titik wilayah pemukiman. Dilansir dari Antara, banjir merendam sedikitnya 35 unit rumah warga di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan, Kelurahan Cepu, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Sementara itu, genangan air yang lebih tinggi dilaporkan terjadi di Kelurahan Balun, di mana lima rumah warga di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, ikut terendam dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.
"Banjir luapan menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” ujar Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, Senin (25/5).
Merespons situasi darurat ini, personel penanggulangan bencana langsung diterjunkan ke lokasi guna memitigasi dampak yang ditimbulkan. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan Tim TRC BPBD Blora segera bergerak cepat melakukan asesmen, pendataan serta membantu proses evakuasi warga yang rumahnya terendam. Meskipun demikian, petugas di lapangan sempat menghadapi hambatan dalam proses penanganan akibat derasnya arus air serta debit sungai yang masih terpantau tinggi saat evakuasi berlangsung.
Meskipun sempat menimbulkan kepanikan dan mengganggu aktivitas warga, situasi di lapangan dilaporkan berangsur-angsur kondusif seiring berjalannya waktu. Hingga saat ini, pihak BPBD menyatakan belum ada laporan mengenai warga yang harus mengungsi ke tempat penampungan darurat.
"Beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” tutupnya.













