Investasi Semester I-2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun, Luar Jawa Mendominasi

JATENGPEDIA.ID - Pemerintah Indonesia menorehkan catatan positif dengan membukukan realisasi investasi sebesar Rp1.010,6 triliun sepanjang semester I-2026 pada Jumat (17/7/2026).
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan pencapaian tersebut, Indonesia berhasil memenuhi sekitar 49,5 persen dari keseluruhan target investasi nasional yang dipatok sebesar Rp2.041,3 triliun untuk tahun ini.
Dilansir dari Antara, lonjakan investasi ini tidak hanya memperkuat fundamental ekonomi tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja baru. Sepanjang paruh pertama tahun ini, penyerapan tenaga kerja mengalami kenaikan signifikan sebesar 15 persen dengan total menyentuh 1,44 juta pekerja. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani pun menyampaikan rasa optimisnya.
"Alhamdulillah, bisa saya sampaikan di sini, komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia masih in line dengan target yang dicanangkan di 2026 ini," ujarnya.
Pemerataan pembangunan juga kian nyata setelah investasi di luar Pulau Jawa kembali mengungguli Pulau Jawa dengan kontribusi mencapai Rp507,8 triliun atau setara 50,2 persen dari total capaian nasional.
Sementara itu, Pulau Jawa menyerap investasi sebesar Rp502,8 triliun. Menariknya, porsi antara modal domestik dan asing berjalan sangat seimbang, di mana Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp502,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan angka Rp507,6 triliun.
Di sektor penanaman modal global, Singapura kokoh mempertahankan posisinya sebagai investor terbesar bagi tanah air dengan menyetorkan dana sebesar USD8,8 miliar. Posisi strategis ini kemudian diikuti oleh Hong Kong sebesar USD7,6 miliar, Tiongkok USD3,9 miliar, Jepang USD1,9 miliar, dan Amerika Serikat sebesar USD1,7 miliar.
"Di tengah tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini bahwa komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan oleh Bapak Presiden kepada kami untuk tahun 2026 ini," pungkas Rosan.













