Jerat Prostitusi di Arab Saudi, Dua PMI Dipaksa Layani Belasan Pria Setiap Hari

JATENGPEDIA.ID–Dunia maya baru-baru ini dikejutkan oleh pengakuan memilukan dari dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi. Melalui sebuah video yang viral, salah satu korban mengungkapkan penderitaan mereka yang dipaksa melayani pria hidung belang dalam jumlah yang tidak manusiawi setiap harinya. Sambil menahan tangis, ia menceritakan beban berat yang harus ditanggungnya di negeri orang.
"Aku itu harus ngelayanin 15 orang dalam sehari," ungkap salah satu korban.
Kejadian ini pun langsung mendapat perhatian serius dari otoritas terkait di tanah air. Dilansir dari detikcom, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tengah gencar melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta KBRI di Arab Saudi untuk memverifikasi identitas dan memastikan kondisi kedua korban. Meskipun langkah-langkah darurat telah diambil, proses konfirmasi masih terus berjalan hingga saat ini.
"Sudah seminggu kami hubungi Kemenlu dan Kedubes, belum ada konfirmasi terkait info di video tersebut," ujar Aidy, perwakilan dari pemerintah setempat, pada Senin (4/5/2024).
Kisah tragis ini bermula saat keduanya tergiur janji manis pekerjaan oleh seorang oknum berinisial N di Lombok melalui pesan singkat. Namun setibanya di Arab Saudi, mereka justru disekap dan dipaksa terjun ke dunia prostitusi tanpa mendapatkan hak-hak mereka sebagai pekerja. Tekanan fisik dan mental pun menjadi makanan sehari-hari jika mereka tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan oleh pihak pengelola.
"Kalau enggak nyampe (target), enggak digaji plus dipukuli," tambahnya.
Beruntung kedua wanita tersebut akhirnya berhasil meloloskan diri saat penjaga mereka sedang lengah dan kini sedang dalam upaya pencarian perlindungan lebih lanjut. Pemerintah Provinsi NTB menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga kedua korban benar-benar berada dalam posisi yang aman dan bisa dipulangkan. Meski informasi yang diterima masih terbatas, harapan besar agar keduanya dalam kondisi baik terus dipanjatkan.













