Mencari

Kebakaran Hebat di Gambir Hanguskan 114 Rumah, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Hebat di Gambir Hanguskan 114 Rumah, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

images - 2026-09-01T104448.236
JATENGPEDIA.ID - Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin, 31 Agustus 2026. Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.40 WIB ini meratakan bangunan tempat tinggal warga dan memaksa ratusan penghuninya mengungsi. Berdasarkan pendataan di lapangan, dampak kerusakan akibat amukan si jago merah tersebut tergolong sangat luas.

Sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin, mengonfirmasi skala dampak dari musibah kebakaran tersebut. 

"Berdasarkan pendataan sementara dari pihak Kecamatan, total 114 rumah terdampak, ada 310 KK (Kartu Keluarga), dan 880 jiwa ya yang terdampak," kata Syarifudin.

Banyaknya rumah yang hangus terbakar dipicu oleh kerapatan bangunan di area pemukiman semipermanen tersebut sehingga api merambat dengan sangat cepat. Selain itu, petugas di lapangan juga mengeluhkan sulitnya akses air yang membuat upaya penjinakan api memakan waktu lebih lama. Mengenai hambatan yang dihadapi pasukan pemadam, Syarifudin menjelaskan, "Kendalanya rumah padat hunian, cepat sekali perambatan. Kedua, sumber airnya jauh, jadi kita harus gelar selang cukup jauh juga."

Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran beserta 135 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Kendati tidak ada korban jiwa dari kalangan warga, dua personel pemadam sempat mengalami kendala fisik akibat tebalnya kepulan asap di area kebakaran. 

"Anggota kita saja yang mungkin asap cukup tebal, ya, asap cukup tebal dan mereka fight, kelelahan. Akhirnya satu dibawa ke rumah sakit, satu sudah alhamdulillah aman," tambahnya.

Proses pemadaman utama berhasil diselesaikan hingga penanganan memasuki tahap pendinginan sekitar pukul 16.17 WIB. Saat ini, fokus penanganan beralih pada pendataan kebutuhan logistik dan penyediaan penampungan sementara bagi 880 warga yang terdampak. Pihak berwenang juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api di lokasi tersebut.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter