Mencari

Kecurigaan Keluarga Bongkar Skenario Licik Suami Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun

Kecurigaan Keluarga Bongkar Skenario Licik Suami Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun

images - 2026-10-27T150818.554
JATENGPEDIA.ID - Aksi keji Dwi Bagus Martono alias Bagus (40), tersangka pembunuhan terhadap istri siri dan anak balitanya di Madiun, akhirnya terbongkar setelah skenario licik yang disusunnya runtuh. Pria lulusan politeknik ternama di Bandung ini sempat berlagak panik dan berpura-pura kehilangan anggota keluarga demi mengelabui petugas kepolisian. Namun, kebohongan yang dirancang rapi tersebut mulai terkuak saat pihak keluarga korban mencium ketidakwajaran hingga berujung pada laporan resmi pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Dilansir dari CNN Indonesia, kecurigaan keluarga bermula dari terputusnya komunikasi intensif dengan korban sejak 20 September 2026. Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H M Sihombing menjelaskan bahwa korban selalu mengabarkan posisinya kepada keluarga di Bogor, namun secara mendadak hilang kontak. 

"Korban selalu berkomunikasi dengan keluarganya yang ada di Bogor. Dan komunikasi ini intens, artinya setiap saat dia selalu menginformasikan korban ada di mana, bagaimana keadaannya, bagaimana kondisinya. Namun komunikasi terakhir itu pada tanggal 20 September," ujar Roy.

Mendapati respons tersangka yang tidak aktif dan mencurigakan, pihak keluarga memutuskan bertolak dari Bogor menuju Madiun untuk membuat laporan orang hilang di kepolisian setempat. Untuk memuluskan alibinya, tersangka dengan tenang ikut mendampingi keluarga ke kantor polisi seolah-olah menunjukkan kepedulian seorang suami. Di hadapan penyidik, ia melontarkan alibi palsu dengan mengklaim bahwa korban pergi meninggalkannya membawa sang anak usai terlibat percekcokan di sebuah hotel.

Namun, hasil penyelidikan kepolisian mengungkap tabir kelam di balik hilangnya para korban. Peristiwa bermula dari pertengkaran akibat cemburu di sebuah hotel di Kota Madiun, di mana tersangka tega mencekik istri sirinya hingga tewas lalu memasukkan jasadnya ke dalam sleeping bag. Tak berhenti di situ, tersangka kemudian membawa anak balitanya ke lokasi terpisah dan melakukan tindakan serupa di dalam mobil, sebelum akhirnya memindahkan kedua jasad korban ke area rumahnya untuk menghilangkan jejak secara terencana.

Skenario bohong tersangka akhirnya patah setelah tim penyidik melakukan penelusuran rekaman CCTV hotel serta mengumpulkan bukti di lapangan. Penemuan lima sampel pecahan tulang manusia oleh tim forensik di sekitar lokasi rumah tersangka menjadi bukti krusial yang mengarahkan dugaan kuat pada tindak pidana pembunuhan. Petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka di tempat persembunyiannya di Kabupaten Jombang guna mempertanggungjawabkan perbuatan kejamnya di hadapan hukum.

 

iconLangganan

ke Newsletter