Mencari

Kemerdekaan Kukar: Menepis Tekanan Ekonomi dengan Kemandirian

Kemerdekaan Kukar: Menepis Tekanan Ekonomi dengan Kemandirian

download - 2026-08-18T095323.715
JATENGPEDIA.ID - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Senin, 17 Agustus 2026, menjadi momentum refleksi mendalam di tengah terpaan isu pemutusan hubungan kerja dan defisit fiskal daerah. Di bawah sengatan cuaca terik di Lapangan Kantor Bupati Kukar, upacara tetap berlangsung khidmat dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta elemen masyarakat. 

Bagi jajaran pemerintah daerah, perayaan tahun ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan pengingat nyata bahwa kemerdekaan harus mampu mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi bagi warganya.

Dilansir dari Poskota Kaltim News, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan pentingnya membangun daerah yang tangguh dan tidak bergantung pada pihak luar. Fokus utama pemerintah daerah saat ini melingkupi penguatan UMKM dan pemerataan pusat ekonomi hingga ke tingkat kecamatan demi menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, terkait isu ancaman PHK massal di sektor industri lokal, ia menyampaikan bahwa kepastian RKAB perusahaan telah memberi angin segar. 

"Ketika RKAB ini sudah ada kejelasan dan keluar, maka proses pemutusan hubungan kerja tidak dilaksanakan. Kalau sudah terlanjur dilaksanakan, pekerja akan dipanggil kembali untuk bekerja," tuturnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menyoroti arti kemerdekaan dari sudut pandang pemenuhan hak-hak rakyat dan keadilan fiskal. Ia menekankan bahwa dana bagi hasil dari pemerintah pusat harus disalurkan secara transparan dan adil agar daerah sanggup membiayai kebutuhan warganya. Menurutnya, pemanfaatan program CSR dan pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan swasta memang sangat membantu, tetapi hak pengelolaan sumber daya alam daerah tetap tidak boleh diabaikan. 

"Merdeka itu berarti merdeka dari ketidakadilan, merdeka dari penindasan, dan bagaimana hak-hak rakyat menjadi kunci utama untuk diperjuangkan," tegas Ahmad Yani.

Melalui peringatan kemerdekaan ini, sinergi antara eksekutif dan legislatif di Kukar diharapkan mampu membawa solusi konkret atas dinamika perekonomian lokal. Makna merdeka yang sesungguhnya diuji dari sejauh mana pemerintah mampu menjamin lapangan kerja, menekan ketimpangan, serta mengembalikan hak-hak dasar masyarakat. Langkah nyata untuk berdiri di atas kaki sendiri kini menjadi agenda utama demi memastikan seluruh warga Kukar merasakan dampak kemerdekaan secara utuh.

 

 

iconLangganan

ke Newsletter