Kesaksian Pilu Pemandu Gunung Dukono: Detik-Detik Batu Besar Menghantam Pendaki

JATENGPEDIA.ID-Empat hari telah berlalu sejak tragedi erupsi Gunung Dukono yang merenggut nyawa dua pendaki asal Singapura dan satu pendaki lokal, namun trauma mendalam masih menyelimuti Reza Selang. Pria berusia 35 tahun ini merupakan pemandu yang memimpin rombongan berjumlah 20 orang menuju puncak gunung di Halmahera Utara tersebut pada Jumat (08/05) lalu. Meski berhasil selamat, Reza harus menelan kenyataan pahit menyaksikan langsung material vulkanik menghantam rekan pendakiannya.
"Sampai sekarang saya masih sangat terpukul," ujar Reza.
Dilansir dari laporan BBC Indonesia pada 12 Mei 2026. Menurut Reza, perjalanan dimulai dari Desa Mamuya pada Kamis (07/05) siang tanpa ada tanda-tanda aktivitas vulkanik yang mencurigakan. Bahkan, sesaat sebelum kejadian pada Jumat pagi, pemantauan melalui kamera udara pun menunjukkan kondisi kawah yang sangat tenang.
"Saat saya pantau dengan drone tidak kelihatan aktivitas apa-apa di kawah. Asapnya pun enggak ada. Sangat tenang," tambahnya.
Namun situasi berubah mencekam tepat pada pukul 07.41 WIT ketika gunung tiba-tiba meletus dua kali dalam waktu singkat.
"Letusan pertama masih keluar asap. Sekian detik kemudian letusan susulan keluar dan itu keluar material [vulkanik] semuanya," imbuhnya.
Di tengah hujan material tersebut, suasana menjadi kacau saat para pendaki berlarian menyelamatkan diri. Lewat pantauan drone, Reza melihat Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, pendaki asal Singapura terkapar di dekat puncak. Rekan korban, Timothy Heng yang sebenarnya sudah berada di posisi aman memutuskan kembali ke atas untuk menolong temannya. Reza pun ikut berlari membantu evakuasi darurat. Namun saat mereka berusaha menyeret tubuh Shahin ke tempat aman, sebuah batu berdiameter sekitar dua meter meluncur ke arah mereka.
"Saya sudah teriak 'stone', tapi Timo balik dan hanya sepersekian detik dia langsung memeluk Shahin," ungkapnya.
Hantaman batu raksasa itu seketika mengenai tubuh kedua pendaki tersebut di depan mata Reza. Kejadian yang begitu cepat itu membuatnya sempat terpaku tak berdaya.
"Saya sempat nge-freeze. Saya melihat langsung bagaimana dua orang yang saya kenal selama perjalanan terhimpit batu," tuturnya.
Ia baru tersadar setelah mendengar teriakan yang memanggil namanya, lalu segera mencari perlindungan dan menghubungi keluarga serta tim bantuan. Selain kedua pendaki Singapura tersebut, seorang pendaki asal Ternate bernama Angel Krishela Pradita juga ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang. Seluruh jasad korban kini telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.













