Mencari

Ketegangan Mereda di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Merosot ke Level US$73

Ketegangan Mereda di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Merosot ke Level US$73

images (33)
JATENGPEDIA.ID - Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Melemahnya harga komoditas energi ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap risiko tersumbatnya pasokan global, seiring dengan mulai normalnya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Berdasarkan data pasar terbaru pada pagi hari tersebut, kontrak minyak jenis Brent melosot sekitar 0,54 persen ke level US$73,34 per barel, sementara varian West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat ikut terdepresiasi sebesar 0,38 persen menuju angka US$70,07 per barel.

Dilansir dari CNN Indonesia, melonggarnya sumbatan logistik di salah satu urat nadi perdagangan maritim dunia tersebut terjadi setelah kapal-kapal tanker yang sempat tertahan lama kini mulai diizinkan melintas secara bertahap. Hal ini menyusul adanya kesepakatan damai awal yang dicapai pekan lalu untuk menyudahi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah. Guna mempercepat pengosongan antrean kapal, pemerintah Oman bahkan bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk membuka jalur alternatif sementara di sekitar wilayah perairan tersebut.

Kembalinya stabilitas pasokan yang lebih cepat dari prediksi ini sempat mengejutkan sejumlah investor serta pelaku industri komoditas global. Pasalnya, volume minyak mentah yang berhasil dialirkan keluar dari jalur strategis itu terhitung sangat masif hanya dalam hitungan hari. Menteri Energi AS, Chris Wright, mengonfirmasi bahwa pemulihan arus lalu lintas pengiriman di kawasan tersebut sudah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.

"Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 20 juta barel minyak telah melewati jalur pelayaran strategis tersebut," ujar Wright.

Kendati demikian, pihak berwenang menyebutkan bahwa pemulihan operasional secara total di Selat Hormuz masih memerlukan waktu hingga beberapa pekan ke depan karena adanya proses pembersihan sisa-sisa ranjau laut. Di sisi lain, para pelaku pasar tampak lebih fokus pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah ini ketimbang merespons data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) yang merilis bahwa cadangan minyak domestik AS sempat menyusut ke level terendah sejak dekade 1980-an akibat tingginya aktivitas kilang lokal.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter