Langkah Strategis PGN Garap Potensi Gas Batubara 9,7 TCF di Tanjung Enim demi Ketahanan Energi

JATENGPEDIA.ID - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen memperkuat ketahanan energi nasional pada 6 Juli 2026 lewat optimalisasi pasokan gas domestik non-konvensional.
Salah satu langkah nyata yang sedang dijalankan adalah pengembangan proyek Coalbed Methane (CBM) atau gas metana berbasis batubara di wilayah Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan. Inisiatif strategis ini diharapkan dapat menjadi sumber pasokan baru yang andal untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan pembangkit listrik, sekaligus meminimalkan ketergantungan terhadap energi impor.
Berdasarkan data resmi, potensi gas batubara di kawasan tersebut sangat menggiurkan karena diperkirakan mencapai 9,7 TCF Original Gas in Place (OGIP) dengan taksiran nilai ekonomi menyentuh USD 15,4 miliar.
Dilansir dari Metrotvnews.com, kesiapan teknis dan komersial proyek ini ditinjau langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Penerima Gas (SPG) Pagardewa pada Jumat, 3 Juli 2026. Kehadiran Kantor Staf Presiden (KSP) bertujuan untuk memastikan program prioritas nasional di sektor energi ini berjalan lancar serta membantu mengurai berbagai hambatan lintas sektor, termasuk penyesuaian administrasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). PGN sendiri menargetkan penyaluran pasokan gas bumi ini secara bertahap, yang diproyeksikan tumbuh mulai dari 1 MMSCFD hingga nantinya mampu menyentuh angka 25 MMSCFD.
Selain memaksimalkan gas metana batubara, PGN juga membidik sumber energi alternatif lain yang melimpah di Sumatera Selatan, seperti biomethane dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Guna mendukung efektivitas penyerapan energi tersebut, perusahaan tengah mengembangkan infrastruktur titik pengumpul gas atau injection point. Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menjelaskan bahwa infrastruktur ini berfungsi untuk mengumpulkan gas dari ketiga sumber non-konvensional tersebut sebelum dialirkan ke jaringan pipa transmisi utama yang sudah tersedia.
"Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point," ujarnya.
Arief pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KSP yang telah mengawal proyek strategis ini, terutama dalam memfasilitasi komunikasi taktis antarpemangku kepentingan demi mengatasi kendala di lapangan. Ke depan, integrasi infrastruktur pipeline dan non-pipeline yang dikelola dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) akan menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. PGN menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah demi menyalurkan energi bersih yang andal.
"Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian daerah," pungkas Arief.













