Lewat KKN USM, Mahasiswa Akuntansi Ini Bagikan Tips Kelola Modal Bagi Ibu-Ibu PKK

JATENGPEDIA.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Semarang (USM), Murti Dwi Hapsari dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, berhasil melaksanakan program kerja individu bertajuk "Edukasi Pengelolaan Keuangan Sederhana bagi Ibu-Ibu PKK yang Memiliki UMKM" pada Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di RT 02/RW 12 Kelurahan Bandarharjo ini dihadiri dengan antusias oleh ibu-ibu PKK yang menjalankan berbagai jenis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan edukasi ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM, khususnya dalam menerapkan pencatatan keuangan sederhana sebagai langkah awal mengelola usaha secara lebih teratur. Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM mampu mengelola keuangan usaha secara bijak sehingga dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya dan mendukung keberlangsungan usaha.
Acara diawali dengan sesi diskusi interaktif mengenai kebiasaan peserta dalam mengelola keuangan usaha. Pemateri memancing keaktifan peserta melalui pertanyaan sederhana.
"Ibu-Ibu, apakah selama ini sudah melakukan pencatatan keuangan untuk usaha yang dijalankan? Misalnya mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari?" tanya Murti.
Sebagian besar peserta menjawab bahwa mereka belum melakukan pencatatan secara rutin. Ada yang hanya mengingat jumlah uang hasil penjualan, sementara sebagian lainnya mengaku masih mencampurkan uang usaha dengan uang kebutuhan rumah tangga.
Melalui jawaban tersebut, pemateri menjelaskan bahwa pencatatan keuangan merupakan salah satu kunci penting dalam mengelola UMKM. Pencatatan tidak harus rumit atau menggunakan aplikasi khusus, tetapi dapat dimulai dengan buku kas sederhana yang berisi pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Dengan pencatatan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui keuntungan yang diperoleh, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan pengembangan usaha dengan lebih baik.
Selain menjelaskan pentingnya pencatatan keuangan, sosialisasi ini juga memberikan edukasi mengenai cara membedakan kebutuhan dan keinginan, pentingnya memisahkan uang usaha dengan uang pribadi, serta menyisihkan sebagian keuntungan sebagai tabungan atau tambahan modal usaha.
Ketika salah satu peserta bertanya, "Kalau uang hasil jualan dipakai dulu untuk belanja rumah, apakah masih bisa dihitung keuntungannya?", pemateri menjelaskan bahwa setiap penggunaan uang usaha tetap harus dicatat. "Sebaiknya uang usaha dipisahkan dari uang pribadi agar keuntungan usaha dapat diketahui dengan jelas. Namun, jika memang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pengeluaran tersebut tetap perlu dicatat agar kondisi keuangan usaha tetap dapat dipantau," jelas Murti.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN membagikan brosur edukasi mengenai pengelolaan keuangan sederhana yang berisi langkah-langkah pencatatan keuangan harian beserta contoh pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Diharapkan materi tersebut dapat menjadi panduan praktis bagi ibu-ibu PKK dalam menerapkan kebiasaan mencatat transaksi usaha secara rutin.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK RT 02/RW 12 Kelurahan Bandarharjo akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dalam menjalankan UMKM. Melalui kegiatan ini, Universitas Semarang berkomitmen mendukung terciptanya masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi, memiliki literasi keuangan yang baik, serta mampu mengembangkan UMKM secara berkelanjutan melalui pengelolaan keuangan yang tertib dan bertanggung jawab.













