Mencari

Menelusuri Tradisi Falconry di Doha, Olahraga Mewah Pelestari Warisan Bedouin

Menelusuri Tradisi Falconry di Doha, Olahraga Mewah Pelestari Warisan Bedouin

images - 2026-08-31T103059.303
JATENGPEDIA.ID - Kota Doha, Qatar, menyajikan pemandangan unik di mana burung pemangsa jenis alap-alap atau falcon diperlakukan bagaikan anggota keluarga berharga tinggi. Tradisi melatih dan berburu menggunakan burung alap-alap, atau yang dikenal dengan sebutan Falconry, merupakan bagian tak terpisahkan dari akar kebudayaan masyarakat suku Bedouin. Warga setempat tidak memandang burung ini sekadar hewan peliharaan biasa, melainkan simbol keberanian, kebebasan, dan status sosial.

Di tengah gedung-gedung pencakar langit Doha, dapat dijumpai pasar khusus (Falcon Souq) dan rumah sakit khusus berspesialisasi tinggi yang melayani perawatan medis burung alap-alap. Pemilik burung tidak ragu mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah hanya untuk perawatan rutin, makanan berkualitas tinggi, hingga pembelian aksesori kulit buatan tangan untuk penutup mata sang burung. Burung-burung ini bahkan memiliki paspor resmi sendiri agar bisa terbang di dalam kabin pesawat saat bepergian.

Interaksi antara pemilik dan burung peliharaannya sangat intens dan membutuhkan kesabaran luar biasa selama berbulan-bulan. Para pemilik akan membawa burung mereka yang bertengger di atas sarung tangan kulit tebal saat berkumpul di pasar, kafe, maupun acara keluarga. Proses melatih burung untuk berburu di padang pasir melatih ikatan ikatan emosional dan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi antara manusia dan hewan pemangsa tersebut.

Kesenangan berburu Falconry di Indonesia sama sekali tidak dikenal sebagai bagian dari kebiasaan atau tradisi kebudayaan masyarakat tropis. Di Qatar, tradisi ini terus dilestarikan melalui kompetisi tahunan yang melibatkan hadiah bernilai sangat besar. Anak-anak muda diajarkan teknik memegang dan merawat burung sejak usia dini agar keahlian berburu di padang pasir tidak hilang ditelan zaman.

Meskipun aktivitas berburu kini lebih bersifat olahraga rekreasi ketimbang kebutuhan bertahan hidup, Falconry tetap memegang peranan sentral dalam identitas kebudayaan Qatar. Burung alap-alap menjadi sarana penghubung antara generasi modern dengan akar sejarah nenek moyang mereka yang pernah mengarungi kerasnya alam gurun. Tradisi ini menegaskan harmoni unik antara kecanggihan fasilitas modern dan penghormatan terhadap alam liar.

 

iconLangganan

ke Newsletter