Mencari

Menikmati Tradisi Santap Roti Katogo Hangat di Kota Gulu

Menikmati Tradisi Santap Roti Katogo Hangat di Kota Gulu

images - 2026-10-01T150250.331
JATENGPEDIA.ID - Masyarakat di kota Gulu, Uganda Utara, memiliki kebiasaan unik dalam memilih menu sarapan pagi untuk menunjang aktivitas harian mereka yang padat. Dibandingkan menyantap roti tawar atau sereal buatan pabrik, warga lokal lebih memilih untuk menyantap semangkuk katogo hangat di kedai-kedai sarapan tradisional. Katogo adalah hidangan olahan pisang hijau masak yang direbus bersama kuah daging sapi, kacang-kacangan, atau rebusan usus gurih.

Proses memasak katogo di Gulu dilakukan secara perlahan menggunakan kompor arang kayu sejak dini hari sebelum fajar menyingsing. Pisang hijau jenis matooke dikupas bersih lalu ditumpuk di atas potongan daging berbumbu bawang merah, tomat, dan sedikit garam. Semua bahan direbus bersama dalam satu belanga tanah liat hingga pati dari pisang menyatu sempurna dengan kaldu daging, menghasilkan kuah kental yang gurih dan nikmat.

Tekstur pisang hijau yang telah dimasak menjadi sangat lembut mirip dengan tekstur kentang rebus, namun memiliki rasa gurih alami yang khas. Kandungan karbohidrat kompleks dari pisang hijau memberikan rasa kenyang yang tahan lama serta menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang pagi. Kandungan protein dari campuran daging atau kacang-kacangan menjadikan katogo sebagai makanan lengkap nutrisi yang sangat digemari oleh para pekerja keras di kota Gulu.

Kebiasaan menyantap katogo di pagi hari telah menciptakan budaya kumpul pagi yang sangat hangat di warung-warung makan kota Gulu. Warga dari berbagai profesi duduk berdekatan menyantap mangkuk katogo yang masih berasap sembari membaca koran atau mendiskusikan berita hangat lokal. Suasana riang yang tercipta di kedai makan menjadi penambah semangat warga sebelum menyebar menjalankan tugas masing-masing.

Gaya hidup sarapan dengan hidangan olahan pisang ini mencerminkan kearifan lokal warga Gulu dalam mengolah hasil pertanian daerah menjadi santapan bergizi tinggi. Mereka menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak kalah bersaing dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat modern. Lewat semangkuk katogo hangat, warga Gulu merawat kesehatan tubuh sekaligus menjaga kelestarian tradisi kuliner lokal mereka.

 

iconLangganan

ke Newsletter