Mencari

Menteri ESDM Bahlil Pastikan LPG Aman, Imbau Warga Mampu Tak Gunakan BBM Subsid

Menteri ESDM Bahlil Pastikan LPG Aman, Imbau Warga Mampu Tak Gunakan BBM Subsid

images - 2026-09-15T120919.225
JATENGPEDIA.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan kepastian terkait pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional yang dijamin berada dalam kondisi aman per Selasa, 15 September 2026. Pemerintah memastikan tidak ada lonjakan harga pada LPG nonsubsidi. Keandalan stok ini didukung oleh adanya komitmen kerja sama impor komoditas energi jangka panjang dari Amerika Serikat dengan total nilai mencapai USD 15 miliar.

Dilansir dari Antara, ketercukupan pasokan elpiji nasional saat ini masih bergantung pada kontrak bersama Negeri Paman Sam tersebut. Sementara itu, wacana mengenai penjajakan kerja sama energi dengan pihak Rusia hingga kini masih terbatas pada komoditas minyak mentah atau crude oil, bukan untuk pasokan LPG.

Bahlil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai potensi kelangkaan elpiji di pasaran. "LPG no issue (tidak ada masalah), karena kita sudah mendapat kontrak jangka panjang," ujar Bahlil saat menghadiri acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) di Jakarta. Menanggapi isu kerja sama dengan Rusia, ia menambahkan, "Kalau kontrak jangka panjang kita dari LPG kan salah satunya dari Amerika. Kalau di Rusia itu, kami baru bicara pada tataran crude, minyak. Kalau LPG masih dari Amerika, ya."

Bahlil turut menanggapi fenomena antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU, termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mengonfirmasi bahwa cadangan BBM nasional masih cukup terjaga di kisaran 20 hari, sangat mendekati batas standar ketahanan nasional 21 hingga 28 hari. Antrean tersebut ditengarai akibat munculnya pergeseran perilaku konsumen yang mulai beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi pascanaiknya harga bahan bakar nonsubsidi.

Menyikapi fenomena perpindahan pola konsumsi masyarakat tersebut, pemerintah memberikan perhatian khusus agar penyaluran subsidi tetap tepat sasaran. Bahlil secara terbuka meminta kesadaran dari kelompok masyarakat berkeuangan mampu agar tidak mengonsumsi BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar. 

"Yang tadinya tidak memakai subsidi, mereka beralih ke minyak subsidi. Ya, nggak apa-apa, tetapi saya mohon, saya mengimbau kepada saudara-saudara kita yang mampu, yang mobilnya bagus, pakai perasaanlah," tegas Bahlil.

iconLangganan

ke Newsletter