Misteri Hilangnya Kapal Jurnalis di Selat Sunda, Nelayan Sempat Lihat Speedboat Melintas

JATENGPEDIA.ID - Upaya pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus berlanjut hingga Kamis, 10 September 2026. Seorang nelayan asal Pantai Carita bernama Supri mengaku sempat melintas dan berpapasan langsung dengan speedboat yang membawa rombongan tersebut sebelum akhirnya dinyatakan hilang. Saat itu, Supri sedang berlayar mencari ikan ketika melihat kapal yang diduga kuat ditumpangi para wartawan tengah bergerak di lautan.
Dilansir dari CNN Indonesia, Supri menjelaskan bahwa situasi perairan saat dirinya berpapasan dengan kapal rombongan masih tergolong kondusif dan normal. Menurut pengamatannya, pergerakan angin kala itu mengarah ke selatan menuju wilayah timur Lampung, namun ia tidak mengetahui pasti tujuan akhir dari speedboat tersebut.
"Ya, sempat sih ketemu pak. Cuman istilahnya kan lewat ya, cuman lewat aja dia [kapalnya]. Setelah itu kami tidak tahu arahnya [kapalnya] dia mau kemana," tutur Supri.
Proses pencarian yang kini memasuki hari ketiga mulai memfokuskan penyisiran di wilayah perairan dengan mengoperasikan sekitar sembilan armada kapal. Tiga di antara armada yang diterjunkan merupakan kapal perang milik TNI AL, yaitu KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Selain itu, sebanyak 250 personel dari tim gabungan yang telah bersiap sejak Selasa lalu juga disebar ke dalam lima titik area operasi untuk memaksimalkan pencarian.
Sejalan dengan pengerahan tim SAR, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki turut mengimbau para nelayan maupun warga pesisir untuk segera memberikan laporan apabila menemukan benda abnormal di tengah laut.
Hengki menegaskan, "Apabila masyarakat atau nelayan menemukan benda-benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut, segera informasikan kepada petugas atau posko kami yang berada di Carita. Infomasi tersebut akan membantu tim untuk segera melakukan pengecekan dan langkah pencarian."
Insiden hilang kontak ini bermula pada Senin pertengahan hari ketika kapal berlayar dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang menuju area Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi. Kapal tersebut membawa delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal bersama dua awak kapal serta satu pemandu lokal. Hingga saat ini, seluruh tim penyelamat di posko utama Dermaga Marina Carita terus bersiaga menunggu perkembangan penyisiran di laut.













