Nekat Naikkan Harga Minyakita, Pedagang Bakal Kena Blacklist Pemerintah

JATENGPEDIA.ID - Kementerian Perdagangan mengambil sikap tegas terhadap para pengecer yang masih mematok harga Minyakita melampaui ketentuan. Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan peringatan keras bahwa pedagang yang nekat menjual minyak goreng program pemerintah tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter akan menerima sanksi berat. Aturan baru ini disiapkan agar para spekulatan tidak bisa lagi mempermainkan harga di pasar rakyat. Peringatan berkait pembatasan harga komoditas pangan ini disampaikan dalam konferensi pers pada Senin, 22 Juni 2026.
Sanksi bagi para pelanggar aturan ini terbilang cukup berat yakni berupa pemblokiran akses atau masuk daftar hitam (blacklist) sehingga mereka tidak akan lagi mendapatkan pasokan minyak goreng murah. Dilansir dari CNN Indonesia, pemerintah kini sedang mengkaji rencana untuk memperbesar porsi distribusi melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan seperti Perum Bulog dan ID Food guna memperketat pengawasan.
"Kalau misalnya pengecer itu tidak menjual sesuai HET, ya nanti di-blacklist sama Bulog. Jadi kalau yang disalurkan oleh Bulog atau ID Food itu pasti sesuai HET," tegas Budi Santoso.
Langkah memperketat jalur distribusi ini mengemuka menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan tata kelola komoditas ini dipegang sepenuhnya oleh negara demi menjaga stabilitas harga.
Saat ini kuota penyaluran lewat BUMN pangan berada di angka minimal 35 persen, namun pihak kementerian tengah menghitung formula yang tepat untuk menaikkannya hingga di atas 50 persen. Meski ada wacana untuk mengalihkan seluruh pasokan ke jalur pelat merah, proses transisi tersebut dipastikan akan berjalan secara berkala agar tidak mengganggu stok di pasar rakyat.
Berdasarkan data internal kementerian, rata-rata harga jual Minyakita di tingkat nasional sebenarnya masih berada di kisaran Rp16.355 per liter, sedikit di atas ketetapan HET. Namun, angka ini diklaim sudah jauh lebih stabil dan menurun jika dibandingkan dengan lonjakan harga pada beberapa bulan lalu yang sempat menyentuh angka Rp17.000 per liter. Melalui pembenahan rantai pasok dan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah optimistis ketersediaan minyak goreng rakyat ini akan lebih terjamin dan harganya bisa segera kembali normal di tangan konsumen.













