Mencari

Niat Lindungi Mata dari Layar Komputer, Pakai Kacamata Antiradiasi Palsu Malah Membahayakan

Niat Lindungi Mata dari Layar Komputer, Pakai Kacamata Antiradiasi Palsu Malah Membahayakan

anti-radiasi
JATENGPEDIA.ID - Meningkatnya durasi kerja di depan layar gawai dan komputer membuat banyak orang berbondong-bondong membeli kacamata penyaring sinar biru (blue light) guna melindungi mata dari kelelahan. Kepopuleran produk ini dimanfaatkan oleh banyak produsen nakal yang menjual kacamata antiradiasi palsu dengan harga relatif murah di pasaran. Banyak pekerja tidak menyadari bahwa mengenakan kacamata dengan lensa berkualitas buruk demi gaya hidup digital yang sehat justru mendatangkan masalah baru bagi organ penglihatan mereka.

 

Lensa antiradiasi yang asli dirancang secara presisi menggunakan lapisan khusus untuk menyaring panjang gelombang cahaya biru tertentu yang dipancarkan oleh layar elektronik. Sementara itu, kacamata palsu sering kali hanya menggunakan lensa plastik biasa berpewarna kuning atau lapisan mengilap murah yang sama sekali tidak memiliki kemampuan menyaring sinar radiasi. Menggunakan kacamata palsu ini memberikan rasa aman yang semu bagi penggunanya, sehingga mereka merasa bebas menatap layar gawai selama berjam-jam tanpa memberi waktu jeda bagi mata.

 

Penggunaan lensa berkualitasi buruk juga kerap memicu distorsi visual halus yang memaksa otot-otot di dalam organ mata bekerja ekstra keras untuk memfokuskan bayangan objek. Akibatnya, alih-alih meredakan gejala lelah, mata justru akan makin cepat terasa tegang, perih, dan kering saat bekerja di depan laptop. Kelelahan otot mata yang berlangsung terus-menerus ini sering kali berlanjut pada timbulnya rasa pusing, mual, serta nyeri hebat di area sekitar dahi dan pelipis.

 

Selain itu, anggapan bahwa kacamata antiradiasi palsu sudah cukup melindungi mata membuat banyak orang mengabaikan pentingnya menjaga kelembapan alami mata. Saat menatap layar monitor dengan fokus tinggi, frekuensi berkedip manusia secara alami menurun hingga setengah dari jumlah normal. Kebiasaan jarang berkedip ini menyebabkan lapisan air mata menguap dengan cepat dan memicu sindrom mata kering kronis yang ditandai dengan sensasi ganjal seperti kemasukan pasir.

 

Merawat kesehatan mata di era digital sebenarnya dapat dilakukan melalui langkah-langkah alami tanpa harus tergantung pada kacamata antiradiasi murah. Menerapkan aturan 20-20-20 yakni mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan memandang objek berjarak 20 kaki selama 20 detik yang merupakan metode paling efektif yang direkomendasikan para ahli. Jika memang membutuhkan kacamata pelindung, pastikan untuk membelinya di optik resmi dan melakukan pemeriksaan refraksi mata secara berkala demi mendapatkan perlindungan penglihatan yang tepat.

 

iconLangganan

ke Newsletter