Mencari

Pangkas 250 BUMN, Presiden Prabowo Sebut Negara Hemat Biaya Operasional Hingga Rp50 Triliun

Pangkas 250 BUMN, Presiden Prabowo Sebut Negara Hemat Biaya Operasional Hingga Rp50 Triliun

download (20)-1
JATENGPEDIA.ID - Langkah tegas efisiensi badan usaha milik negara menunjukkan hasil signifikan setelah Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keberhasilan penutupan, merger, dan konsolidasi sebanyak 250 BUMN hingga 31 Juli 2026. 

Pemangkasan besar-besaran ini terbukti mampu menghemat pengeluaran rutin atau overhead cost negara hingga mencapai Rp50 triliun. Langkah rasionalisasi tersebut dilakukan guna membenahi struktur BUMN yang dinilai terlampau gemuk akibat banyaknya anak, cucu, hingga cicit perusahaan yang beroperasi tidak efisien.

Presiden menjelaskan bahwa penghematan anggaran secara masif tersebut diperoleh dari pengurangan berbagai biaya operasional rutin, seperti pangkas gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, listrik, transportasi, hingga agenda rapat kerja.

Dilansir dari Antara, apresiasi setinggi-tingginya disampaikan oleh Kepala Negara kepada pimpinan lembaga Danantara yang bergerak cepat dalam menata ulang struktur BUMN. 

"Waktu saya jadi Presiden, saya diberi laporan, BUMN itu jumlahnya 1.077, dan ini harus kita cek lagi. Ada BUMN yang bikin anak perusahaan, dia bikin lagi cucu perusahaan, dia bikin lagi cicit perusahaan," ucap Prabowo.

Pemerintah sendiri menargetkan pemangkasan entitas BUMN akan terus berlanjut hingga jumlahnya tersisa maksimal 350 perusahaan pada akhir tahun 2026. Jika penataan bertahap ini berhasil direalisasikan, potensi penghematan anggaran operasional diperkirakan dapat melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp70 triliun sampai Rp80 triliun. Prabowo pun optimistis bahwa integrasi tata kelola di bawah lembaga Danantara akan menjadi fondasi keuangan negara yang jauh lebih sehat dan efisien.

Selain menyoroti efisiensi, Presiden menilai hadirnya Danantara sebagai sovereign wealth fund merupakan tonggak sejarah penting bagi tata kelola aset nasional. Lembaga ini bertugas menghimpun serta mengelola kekayaan negara secara terpadu demi menjamin keberlanjutan pembangunan jangka panjang. 

"Danantara singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Daya berarti energi, Anagata berarti masa depan, dan Nusantara adalah tanah air kita. Jadi, Danantara adalah dana kedaulatan, di mana tabungan dan aset-aset negara disatukan, dikonsolidasikan, dikelola dengan rapi, sehingga menjadi cadangan dan energi untuk masa depan Indonesia, untuk anak, cucu, dan cicit kita," tutur Prabowo.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter