Pembangunan Tahap Pertama Hampir Rampung, Pemerintah Siapkan 102 Sekolah Rakyat Baru

JATENGPEDIA.ID - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa sebanyak 93 unit Sekolah Rakyat (SR) tahap pertama nasional hampir selesai dibangun pada Minggu, 26 Juli 2026.
Momen tersebut ia sampaikan di sela-sela kunjungannya ke SR Terintegrasi di Kabupaten Sragen. Sebagian besar fasilitas pendidikan tersebut sudah mendekati fase akhir, meski masih ada sekitar sepuluh persen yang progres fisiknya belum menembus 90 persen.
"Secara nasional mungkin sisa sembilan. Dari 93, mungkin 10 persen yang progresnya masih di bawah 90 persen," ujar Dody.
Dilansir dari Medcom.id, pengerjaan proyek tahap awal ini sempat mengalami kendala teknis di beberapa wilayah, terutamanya akibat tantangan pasokan logistik dan keterbatasan tenaga kerja. Distribusi material ke daerah terpencil membutuhkan moda transportasi laut serta akses jalan yang cukup sulit, sehingga memperlambat alur pengiriman. Selain itu, pengerjaan yang serentak memasuki tahap penyelesaian membuat kebutuhan akan tukang ahli meningkat pesat.
"Kalau sudah masa finishing itu kuantitas tukangnya makin menipis. Hampir semua sekolah rakyat berada pada fase yang sama, fase finishing," tambahnya.
Dalam tinjauannya langsung di fasilitas SR Terintegrasi Sragen, Menteri PU turut memberikan sejumlah catatan penting bagi para kontraktor dan pelaksana proyek. Pihaknya meminta agar kualitas fisik bangunan diperiksa ulang secara mendalam, terutama pada area sanitasi seperti kamar mandi dan saluran talang air. Dody menegaskan bahwa standar mutu bangunan harus menjadi prioritas utama demi kenyamanan para siswa.
"Yang kita berikan kepada adik-adik kita itu yang berkelas, bukan barang ecek-ecek," tegasnya.
Memasuki fase akhir gelombang pertama, pemerintah juga telah mematangkan rencana pembangunan tahap kedua yang mencakup 102 unit Sekolah Rakyat baru di berbagai daerah.
Proses lelang proyek susulan ini dijadwalkan bakal berlangsung dalam waktu dekat agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai. Pemerintah menargetkan pengerjaan tahap kedua ini rampung sepenuhnya pada kurun waktu akhir tahun 2026 hingga awal tahun 2027 mendatang.













