Mencari

Percepat Bantuan Gempa NTT, Kementerian PU Mobilisasi Puluhan Alat Berat

Percepat Bantuan Gempa NTT, Kementerian PU Mobilisasi Puluhan Alat Berat

download - 2026-08-21T103902.318
JATENGPEDIA.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerjunkan tim teknis beserta armada alat berat ke kawasan terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (21/8/2026). Langkah darurat ini diambil untuk mempercepat perbaikan fasilitas umum serta pembukaan akses transportasi yang terputus. 

"Kehadiran negara harus dapat dirasakan melalui jalan yang kembali terbuka, air bersih yang sampai ke pengungsian, rumah sakit yang dipastikan aman, serta infrastruktur dasar yang segera berfungsi kembali," ujar Staf Khusus Menteri PU, Jemmy Setiawan.

 

Dilansir dari Media Indonesia, fokus utama petugas di lapangan saat ini adalah memulihkan konektivitas antarwilayah yang sempat terisolasi. Bencana gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut menyebabkan puluhan titik longsor, kerusakan struktur jembatan, hingga badan jalan retak di sepanjang jalur strategis Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, sampai Maumere.

 

Guna mengatasi hambatan logistik, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mengerahkan puluhan unit alat berat ke lokasi terdampak. Hasilnya, sebanyak sembilan ruas jalan nasional serta 40 titik longsoran utama berhasil dibersihkan dan dapat dilalui kembali. Jemmy menegaskan pentingnya pembukaan jalur tersebut.

"Jalan adalah urat nadi penanganan bencana. Ketika jalan terputus, bantuan ikut terhambat. Ketika akses kembali terbuka, harapan dapat bergerak menuju desa-desa terdampak," tambahnya.

 

Selain memulihkan akses jalan, Kementerian PU juga menerjunkan tim untuk mengecek keamanan bangunan publik seperti gedung pemerintah, sekolah, dan rumah sakit. Evaluasi keandalan struktur awal dilakukan pada fasilitas vital seperti Rumah Sakit Komodo di Labuan Bajo sebelum dilanjutkan ke kawasan Ruteng serta Nagekeo. Petugas turut memantau stabilitas bendungan dan memperbaiki jaringan irigasi yang tertutup material longsor, salah satunya di Daerah Irigasi Wae Laku, Manggarai Timur, demi menjaga pasokan pangan warga.

 

Pemerintah berkomitmen bahwa agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan Flores tidak hanya sekadar memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga menerapkan standar bangunan tahan gempa yang lebih ketat. Jemmy juga menekankan komitmen pemerintah tersebut.

"Infrastruktur adalah jalan bagi negara untuk hadir, melindungi, dan memastikan bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian menghadapi bencana," pungkasnya.

iconLangganan

ke Newsletter