Mencari

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Kepemimpinan Dipastikan Tetap Kolektif Kolegial

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Kepemimpinan Dipastikan Tetap Kolektif Kolegial

download (57)
JATENGPEDIA.ID - Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bahwa roda kepemimpinan bank sentral akan tetap berjalan secara kolektif kolegial usai mundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI pada Senin (27/7/2026).

Pengunduran diri yang mendadak ini dipastikan tidak akan menggoyahkan tata kelola serta proses pengambilan keputusan strategis di tubuh institusi keuangan negara tersebut. Seluruh jajaran Dewan Gubernur berkomitmen menjaga kesinambungan kebijakan guna memastikan stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional tetap terjaga dengan baik.

Dilansir dari Antara, penunjukan Destry sebagai Pejabat Gubernur Sementara disepakati melalui Rapat Dewan Gubernur yang digelar sehari pascapengunduran diri Perry. Langkah cepat ini diambil sesuai amanat regulasi untuk menjamin tidak adanya kekosongan kepemimpinan di tingkat puncak bank sentral. 

Destry menjelaskan bahwa mekanisme pengambilan keputusan di BI telah dirancang sangat berjenjang dan teruji. 

"Di Bank Indonesia, kepemimpinan ini adalah kolektif kolegial. Jadi, tentunya nanti kami berlima di sini akan terus melanjutkan tugas dan amanah yang harus dijalankan oleh Bank Indonesia secara kolektif kolegial," ujarnya.

Terkait alasan pengunduran diri pada Sabtu, 25 Juli 2026, pihak BI menyatakan bahwa keputusan Perry Warjiyo yang diajukan pada akhir pekan lalu tersebut murni dilakukan secara sukarela karena alasan pribadi. Prosedur ini telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). 

Bank Indonesia memastikan bahwa transisi kepemimpinan ini tetap mengacu pada best practices atau praktik terbaik internasional demi menjaga kepercayaan pasar serta iklim investasi di dalam negeri.

Di bawah kepemimpinan sementara ini, BI berkomitmen untuk terus menjalankan amanat undang-undang dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem pembayaran. Langkah-langkah kebijakan moneter akan tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi sektor riil. Dengan koordinasi yang solid antaranggota Dewan Gubernur, bank sentral optimistis dapat mengawal perekonomian Indonesia melintasi berbagai tantangan global maupun domestik.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter