Mencari

Posisi KM Virgo Transport 8 Terbalik dan Bergeser Arus, Tim SAR Hadapi Kendala Penyelam

Posisi KM Virgo Transport 8 Terbalik dan Bergeser Arus, Tim SAR Hadapi Kendala Penyelam

images - 2026-09-15T103633.063
JATENGPEDIA.ID - Proses pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, menghadapi tantangan besar hingga Selasa, 15 September 2026. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa posisi bangkai kapal telah bergeser sejauh 1,6 mil laut ke arah barat dari koordinat awal pasca-insiden yang terjadi pada Minggu, 13 September 2026. Selain terseret arus, kapal penumpang rute Surabaya–Banjarmasin tersebut kini ditemukan dalam kondisi terbalik atau tengkurap.

Dilansir dari Metrotvnews.com, pergeseran posisi kapal diketahui dari perubahan datum atau titik lokasi pada hari kedua operasi SAR. Posisi kapal yang tengkurap menciptakan risiko keselamatan yang sangat tinggi bagi tim penyelam jika dipaksa menyisir bagian dalam badan kapal secara langsung. Di samping itu, adanya sekat dan ruang udara kosong di dalam kapal berpotensi memicu perubahan tekanan ekstrem yang membahayakan personel saat proses evakuasi dilakukan.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, bahwa penanganan penyelamatan harus tetap memprioritaskan keselamatan petugas. 

"Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile (mil laut) ke arah barat dalam kondisi terbalik," ujar Syafii. Ia juga menegaskan, "Kalau misalkan posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman."

Terkait bahaya tekanan di ruang tertutup kapal, Syafii menambahkan bahwa intervensi penyelaman membutuhkan perhitungan matang dan tenaga ahli berpengalaman. 

"Begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan," jelasnya. 

Syafii menyebut pihak Basarnas kini membuka opsi teknis untuk mengubah posisi kapal agar proses penyisiran korban di bagian dalam dapat berjalan lebih aman. "Kita akan melaksanakan diskusi dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan, baik itu pengalaman atau pendidikan di kondisi-kondisi ini. Ini yang akan kita kembangkan," lanjutnya.

Hingga Senin malam, 14 September 2026 pukul 22.00 WITA, tercatat sebanyak 114 korban dari total 243 penumpang dan awak telah ditemukan. Rinciannya meliputi 108 korban selamat dan 6 orang meninggal dunia, sementara 129 penumpang lainnya masih terus dalam pencarian. Sebagian besar korban selamat maupun meninggal dunia secara bertahap telah dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin serta Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru untuk penanganan medis dan proses identifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri.

 

iconLangganan

ke Newsletter