Presiden Prabowo Beri Sinyal Hijau Percepatan Pembangunan Bandara Bali Utara

JATENGPEDIA.ID - Rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara dipastikan terus berjalan setelah mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (30/7/2026).
Respons cepat dari Kepala Negara ini berawal dari pertemuan para penglingsir puri atau raja-raja se-Bali yang menyampaikan langsung aspirasi mereka terkait proyek strategis tersebut. Menanggapi hal itu, Presiden segera menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah konkret guna merealisasikan pembangunan bandara di wilayah utara Pulau Dewata.
Dilansir dari Antara, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menceritakan bagaimana proses komunikasi tersebut berlangsung hingga akhirnya mendapat persetujuan dari Istana. Dudung mengungkapkan bahwa Presiden langsung mengontak Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto.
"Presiden kemudian menghubungi Pak Aries Marsudiyanto selaku Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), lalu beliau menelepon saya untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Bandara Bali Utara," ungkap Dudung.
Sebagai bentuk tindak lanjut atas perintah Presiden, sejumlah pihak dijadwalkan menggelar rapat koordinasi khusus di Jakarta. Pertemuan penting ini bakal melibatkan Dudung Abdurachman, Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto. Pembahasan intensif tersebut ditujukan untuk merumuskan langkah teknis percepatan proyek, mengingat rencana ini telah resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan tertuang dalam Perpres Nomor 12/2025.
Pemerintah berharap keberadaan bandara baru ini nantinya mampu memecah ketimpangan pembangunan yang selama ini terpusat di kawasan selatan. Dengan dibukanya akses transportasi udara di wilayah utara, pemerataan ekonomi dan pariwisata di Bali diharapkan bisa terwujud lebih cepat.
"Mudah-mudahan apa yang diinstruksikan beliau dapat berjalan dengan baik dan menjadi harapan kita semua, sehingga Bali Utara memiliki penyeimbang bagi perkembangan Bali Selatan," harap Dudung.













