Mencari

Sering Dianggap Sepele, Malas Pakai Tabir Surya Saat Kemarau Mengancam Kesehatan Nasional

Sering Dianggap Sepele, Malas Pakai Tabir Surya Saat Kemarau Mengancam Kesehatan Nasional

download - 2026-08-10T161225.979
JATENGPEDIA.ID - Di tengah teriknya cuaca musim kemarau, kebiasaan mengabaikan penggunaan tabir surya atau sunscreen masih menjadi fenomena umum di tengah masyarakat. Banyak orang menganggap perawatan kulit ini sekadar kebutuhan estetika untuk mencegah kulit menjadi gelap, padahal fungsinya sangat vital dalam melindungi tubuh dari radiasi sinar UV. Kecerobohan kecil ini jika dibiarkan terus-menerus akan membawa dampak kesehatan jangka panjang yang cukup mengkhawatirkan.

Bagi kesehatan pribadi, enggan memakai sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan dapat merusak jaringan kulit secara permanen. Selain memicu penuaan dini dan flek hitam, paparan sinar matahari tanpa perlindungan merupakan faktor risiko utama penyebab kanker kulit. Kerugian ini tentu saja akan mengganggu kualitas hidup, menurunkan rasa percaya diri, serta membebankan biaya pengobatan medis yang tidak sedikit di masa mendatang.

Secara kolektif, tingginya angka gangguan kesehatan kulit akibat kelalaian ini akan memberi beban tambahan pada sistem pelayanan kesehatan nasional. Fasilitas kesehatan dan program jaminan kesehatan masyarakat terpaksa mengalokasikan anggaran besar untuk menangani kasus-penyakit kulit kronis yang sebenarnya sangat bisa dicegah. Dampak ini merembet pada penurunan produktivitas kerja masyarakat akibat gangguan kesehatan yang dialami selama musim kemarau.

Pemerintah melalui kementerian kesehatan terus mengimbau pentingnya menjadikan sunscreen sebagai bagian dari gaya hidup sehat harian, bukan sekadar pelengkap kosmetik. Masyarakat disarankan untuk menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 dan mengaplikasikannya kembali setiap dua jam sekali saat beraktivitas di luar ruangan. Kesadaran kolektif dalam melindungi diri dari sinar matahari adalah langkah preventif terbaik untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus menekan beban biaya kesehatan negara.

 

iconLangganan

ke Newsletter