Status Siaga Gunung Semeru, BPBD Lumajang Imbau Warga Waspadai Awan Panas Guguran

JATENGPEDIA.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meminta masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Semeru untuk memperketat kewaspadaan terhadap ancaman awan panas guguran yang bisa meluncur mendadak. Imbauan ini dikeluarkan mengingat gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih bertahan pada status Level III atau Siaga.
Berdasarkan rilis mitigasi pada Minggu (14/6), peningkatan aktivitas vulkanik berupa luncuran awan panas sempat terjadi pada Sabtu malam sebelumnya dan menjadi alarm pentingnya kesiapan warga setempat. Pihak berwenang berharap respons masyarakat dalam menyikapi dinamika alam ini bisa dilakukan secara terukur, tenang, dan tidak memicu kepanikan massal.
Merujuk pada data lapangan yang dilansir dari Medcom.id melalui laporan Antara, untungnya sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas maupun korban jiwa yang berdampak langsung pada area permukiman.
Meski situasi terpantau relatif aman dari dampak merusak, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa kepatuhan warga terhadap panduan evakuasi dan mitigasi adalah kunci keselamatan utama.
"Kesadaran masyarakat untuk mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi," ujar Isnugroho.
Berdasarkan pengamatan berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas endogen Semeru masih didominasi oleh sejumlah kegempaan vulkanik yang cukup intens. Menanggapi hal tersebut, BPBD bersama pos pengamatan gunung api, perangkat desa, serta sukarelawan kebencanaan terus bersinergi melakukan pemantauan ketat di zona bahaya.
Guna membentengi warga dari paparan berita bohong atau hoaks yang kerap beredar saat kondisi darurat, aparat daerah juga gencar menyosialisasikan pembaruan data secara real-time melalui berbagai kanal komunikasi resmi agar literasi kebencanaan masyarakat semakin kokoh.
Pada akhir keterangannya, Isnugroho juga mengingatkan kembali beberapa poin larangan tegas demi keselamatan bersama, terutama larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sesuai radius aman. Warga maupun wisatawan juga dilarang keras mendekati area kawah dalam radius lima kilometer dari puncak.
"Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, antara lain tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sesuai radius yang telah ditetapkan, tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak kawah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru," pungkasnya.













