Tradisi Unik Racikan Kopi Kapulaga Khas Kedai Tua di Riyadh

JATENGPEDIA.ID - Melangkah di tengah hiruk-pikuk pusat kota Riyadh, Arab Saudi, kita akan dengan mudah menemukan aroma rempah yang harum menyeruak dari kedai-kedai kopi tradisional. Di tengah gempuran tren coffee shop modern berkonsep minimalis, masyarakat lokal di kota ini justru tetap setia menjaga tradisi minum kopi khas bernama gahwa. Uniknya, cara menikmati minuman hangat ini jauh berbeda dari kebiasaan minum kopi pada umumnya yang identik dengan rasa pahit atau manis gula.
Di Riyadh, racikan gahwa menggunakan biji kopi yang disangrai secara tipis hingga warnanya cenderung kekuningan atau cokelat muda. Hal yang paling membedakan terletak pada campuran bumbu rempahnya, di mana biji kapulaga ditambahkan dalam jumlah yang cukup royal bersama kapulaga, cengkih, dan sejumput kapur barus khusus makanan atau kapulaga hijau. Minuman ini diseduh dalam teko tembaga berleher panjang yang khas yang disebut dallah, menciptakan aroma rempah harum yang sangat memikat.
Tradisi menyajikan gahwa di Riyadh bukan sekadar urusan memuaskan dahaga, melainkan simbol kehormatan dan hospitality yang sakral. Tuan rumah akan menuangkan kopi ke dalam cangkir-cangkir kecil tanpa gagang bernama finjan dengan menggunakan tangan kanan. Kopi disajikan sedikit demi sedikit dan terus dituangkan kembali selama tamu belum menggoyangkan cangkirnya ke kanan dan ke kiri, sebuah isyarat halus yang menandakan bahwa tamu sudah cukup menikmati sajian tersebut.
Rasa kopi yang ringan dengan sentuhan hangat dari rempah-rempah ini biasanya dinikmati bersama buah kurma segar bertulang manis. Paduan gurih-rempah dari gahwa dan manis alami kurma menciptakan keseimbangan rasa yang sangat pas di lidah. Kebiasaan ini menjadi ritual wajib dalam setiap pertemuan keluarga, menyambut tamu bisnis, hingga momentum bersantai warga lokal seusai menunaikan ibadah di malam hari.
Gaya hidup minum gahwa ini membuktikan bagaimana masyarakat Riyadh berhasil mempertahankan identitas budaya leluhur di tengah arus modernisasi yang begitu masif. Duduk berlesehan di atas karpet bermotif geometris sembari menyesap gahwa hangat menjadi bentuk relaksasi yang tak tergantikan bagi warga setempat. Bagi para pelancong, menikmati segelas gahwa adalah pintu masuk terbaik untuk merasakan kehangatan interaksi sosial masyarakat di jantung Arab Saudi.













