Upacara di Tengah Proyek Megatambak Udang Sumba Timur Berlangsung Semarak

JATENGPEDIA.ID - Suasana berbeda mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumba Timur pada Senin, 17 Agustus 2026. Alih-alih digelar di lapangan alun-alun kota, upacara bendera justru berlangsung di kawasan proyek Tambak Udang Modern Terintegrasi Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai.
Dilansir dari Waingapu.com, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tb. Haeru Rahayu, bertindak langsung sebagai inspektur upacara dengan mengenakan busana adat Sumba Timur. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Peringatan kemerdekaan di area proyek seluas 2.150 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun ini menjadi simbol optimisme untuk mencetak tambak udang terbesar di Indonesia bahkan Asia yang ditargetkan mampu memproduksi 52.800 ton udang per tahun.
Kemeriahan semakin terasa seusai prosesi pengibaran bendera saat panitia membuka bazar murah bahan pokok untuk warga sekitar. Komoditas pangan seperti beras SPHP dan minyak goreng menjadi barang yang paling diserbu antrean warga yang memadati lokasi. Kegiatan sosial ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah agar sukacita kemerdekaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah ke bawah di tengah pembangunan mega proyek daerah tersebut.
Perayaan HUT RI di Laipori membuktikan bahwa semangat nasionalisme bisa dihadirkan secara adaptif dan menyatu dengan ruang-ruang pembangunan ekonomi masyarakat. Integrasi antara peragaan busana adat, kepedulian sosial lewat pasar murah, serta akselerasi proyek ekonomi pesisir menjadi gambaran utuh dari cita-cita kemerdekaan di Bumi Marapu. Melalui kolaborasi ini, target pengoperasian klaster tambak pada tahun 2027 diharapkan tak hanya memajukan industri perikanan nasional, tetapi juga membawa kesejahteraan nyata bagi warga Sumba Timur.













