Usung Tema 'Indonesia Berdaulat, APBN Kuat', Kemenkeu Gelar Upacara HORI ke-80

JATENGPEDIA.ID - Jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar Upacara Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 yang dirangkaikan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Jakarta pada hari Jumat, 30 Oktober 2026. Momentum bersejarah ini dimanfaatkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara untuk memberikan pesan mendalam kepada seluruh jajaran agar terus mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan ekonomi serta tata kelola keuangan negara secara berkelanjutan.
Dilansir dari Metrotvnews.com, Peringatan Hari Oeang yang dirayakan setiap tanggal 30 Oktober ini bertujuan untuk memperingati momen bersejarah penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama kali pada tahun 1946 sebagai alat pembayaran resmi negara. Menkeu menjelaskan bahwa penerbitan ORI di awal kemerdekaan bukan sekadar langkah teknis membangun sistem keuangan nasional, melainkan simbol kedaulatan serta alat perjuangan bangsa.
”Bagi kita di Kementerian Keuangan, semangat perjuangan tersebut harus terus kita lanjutkan. Tanggung jawab kita adalah menjaga dan mengelola keuangan negara secara kredibel, profesional, dan berintegritas,” ujar Suahasil.
Mengusung tema utama ”Indonesia Berdaulat, APBN Kuat”, Menkeu menegaskan bahwa kedaulatan suatu bangsa harus didukung penuh oleh struktur APBN yang sehat, tangguh, dan tepercaya. Instrumen fiskal negara memiliki peran yang sangat strategis dalam membiayai agenda pembangunan nasional, menjaga keberlangsungan layanan publik, serta membentengi masyarakat dari berbagai gejolak dan tantangan ekonomi global. Oleh sebab itu, pengelolaan keuangan negara harus diarahkan secara optimal demi mewujudkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.
Dalam pelaksanaannya, Menkeu memaparkan tiga pilar utama APBN, yakni harus mampu memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor esensial, hadir memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran, serta menjaga kredibilitas fiskal melalui belanja yang bertanggung jawab. Beliau mengingatkan seluruh jajaran Kemenkeu bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat.
”Pekerjaan kita memiliki arti yang jauh melampaui meja kerja dan kantor kita sendiri. Keputusan yang kita ambil pada hari ini memengaruhi pelayanan publik, memengaruhi kegiatan usaha, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Menkeu menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pegawai Kemenkeu di berbagai wilayah penugasan, khususnya yang bertugas di daerah perbatasan dan jauh dari keluarga.
”Kepada Anda semua yang melayani di kantor-kantor daerah, yang menjaga perbatasan, yang bertugas jauh dari keluarga, serta mendukung pekerjaan institusi setiap hari, saya menyampaikan terima kasih. Tidak semua pengabdian saudara terlihat oleh publik, tetapi setiap pekerjaan yang saudara lakukan memiliki arti penting bagi negara, bagi masyarakat yang kita layani,” pungkasnya.













