Mencari

Aktivitas Subduksi Picu Gempa M5,7 di Ternate, BMKG Minta Warga Waspada Bangunan Retak

Aktivitas Subduksi Picu Gempa M5,7 di Ternate, BMKG Minta Warga Waspada Bangunan Retak

download (30)
JATENGPEDIA.ID - Wilayah Ternate, Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 pada Jumat (24/7/2026) pagi. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan terjadi sekitar pukul 05.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 27 kilometer, berjarak sekitar 115 kilometer di arah barat daya Ternate. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, BMKG memastikan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Dilansir dari Antara, peristiwa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik. 

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto. 

Hasil analisis mengenai mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa guncangan tersebut memiliki pergerakan naik (thrust fault).

Dampak guncangan terkuat dilaporkan terasa hingga skala V MMI di kawasan Pulau Batang Dua, di mana getaran cukup kuat hingga membuat sebagian besar warga terkejut dan berlari ke luar rumah. 

Sementara itu, getaran dengan skala IV MMI dirasakan di Kayoa, Halmahera Selatan, serta wilayah Kota Ternate dan Tondano. Adapun daerah lain seperti Pulau Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bitung turut merasakan guncangan pada skala III MMI.

Hingga Jumat pagi sekitar pukul 06.25 WIB, pihak BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, tidak termakan isu yang tidak jelas sumbernya, serta selalu memeriksa kondisi bangunan rumah masing-masing dari potensi keretakan atau kerusakan sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter