Amukan Si Jago Merah di Perbukitan Imogiri Hanguskan 8 Hektare Lahan Sultan Ground dan Warga

JATENGPEDIA.ID - Kepolisian Resor Bantul mengonfirmasi insiden kebakaran hutan dan lahan yang melalap sekitar 8 hektare kawasan perbukitan di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul pada Senin (27/7/2026).
Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu tersebut tersebar di dua wilayah utama, yakni Kalurahan Selopamioro dan Kalurahan Wukirsari. Proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala cukup berat sehingga petugas bersama relawan terpaksa menjinakkan kobaran api secara manual lantaran medan perbukitan yang terjal sulit dijangkau armada mobil pemadam.
Dilansir dari Metrotvnews.com, titik api dilaporkan muncul secara berurutan di delapan lokasi berbeda dengan rentang waktu yang relatif singkat. Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto membeberkan bahwa area terluas berada di Selopamioro yang mencakup lahan Sultan Ground jauh dari permukiman.
"Pada peristiwa di Selopamioro, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare dan seluruhnya merupakan tanah Sultan Ground yang berada di kawasan perbukitan, jauh dari permukiman warga," jelas Rita.
Tak lama setelah api berkobar di Selopamioro, kebakaran susulan melanda Kalurahan Wukirsari hingga menghanguskan sekitar tiga hektare lahan warga dan tanah Sultan Ground.
Banyaknya ranting, daun jati kering, serta rumpun bambu yang merangas di tengah teriknya musim kemarau membuat si jago merah merembet sangat cepat. Beruntung, kewaspadaan saksi mata yang melihat kepulan asap dari jarak jauh segera dilaporkan ke Damkar Sektor Imogiri dan Pundong sehingga penanganan awal dapat langsung dilakukan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api di kawasan tersebut.
"Untuk penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan perbukitan yang saat ini banyak dipenuhi vegetasi kering akibat musim kemarau," tambahnya.
Warga diimbau untuk menahan diri dari kegiatan membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah bencana serupa terulang kembali.













