Mencari

Siaga Api di Gunung Ringgit: Kebakaran 4,5 Hektare Berhasil Dikendalikan

Siaga Api di Gunung Ringgit: Kebakaran 4,5 Hektare Berhasil Dikendalikan

download (54)
JATENGPEDIA.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melaporkan bahwa area kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Ringgit di Desa Sapikerep telah membakar lahan seluas 4,5 hektare pada Senin, 27 July 2026.

Meski pemantauan terbaru mengonfirmasi tidak ada lagi titik api yang terlihat, jajaran Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama aparat gabungan tetap bersiap siaga di lapangan. Langkah pengawasan ketat ini ditempuh guna mengantisipasi munculnya percikan api susulan yang berpotensi kembali menyebar di kawasan lereng gunung tersebut.

Dilansir dari Antara, operasi penanganan karhutla ini melibatkan sinergi lintas instansi yang terdiri dari TRC BPBD Probolinggo, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat yang memusatkan pemantauan dari Dusun II Kedampul. 

"Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan bersama, pada Minggu, 26 Juli, pukul 21.30 WIB titik api sudah tidak terpantau. Kondisi itu menunjukkan kebakaran mulai terkendali, namun kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.

Mayoritas vegetasi yang hangus dilalap si jago merah terdiri dari hamparan rumput kering, semak belukar, serta pepohonan yang merangas akibat terjangan musim kemarau. Meskipun kepulan asap sudah tak lagi membubung pada Senin pagi, petugas enggan gegabah menarik pasukan karena hembusan angin kencang dan tersisanya bara di dalam tanah dapat memicu kebakaran baru. Oemar menegaskan pentingnya pemantauan berkala guna memastikan kawasan terdampak benar-benar steril dan aman dari ancaman karhutla susulan.

Keberhasilan meredam pergerakan api dalam waktu singkat tidak terlepas dari solidnya koordinasi serta aksi cepat seluruh elemen yang terlibat di lapangan. 

"Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau secara cepat, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila muncul titik api baru," pungkas Oemar. 

Seiring tingginya suhu udara dan rendahnya kelembapan di puncak kemarau, pihak BPBD turut mewanti-wanti masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api di area rawan vegetasi kering.


 

 

iconLangganan

ke Newsletter