Antusiasme Tinggi, 1.500 Mahasiswa Hadiri Seminar Wawasan Kebangsaan di Auditorium USM

JATENGPEDIA.ID - Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB) Universitas Semarang (USM) sukses menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan #2 bertajuk "Peran Pancasila di Tengah Dinamika Bangsa: Antara Kebebasan Berpendapat dan Persatuan" pada Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hibrid di Auditorium Ir. Widjatmoko USM serta melalui layanan Zoom Meeting ini disambut antusias oleh para mahasiswa. Terbukti, tak kurang dari 1.500 peserta memadati ruangan maupun ruang virtual untuk menyimak diskusi mendalam mengenai pentingnya menjaga keharmonisan berbangsa di tengah derasnya arus informasi.
Acara diawali dengan sambutan dari Pembina UKM PIB, Dr. Tri Mulyani, S.Pd., M.H., yang menekankan pentingnya keseimbangan antara hak individu dan kewajiban moral dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau berpesan agar ruang publik dan media sosial diisi dengan narasi yang menyejukkan serta membangun rasa kebersamaan.
"Kebebasan adalah hak, persatuan adalah moral yang wajib dijunjung," ujar Dr. Tri. Melalui kegiatan ini, ia berharap generasi muda semakin bijak, santun, dan bertanggung jawab saat menyampaikan gagasan agar senantiasa selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Selanjutnya, Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., secara resmi membuka jalannya seminar sekaligus memberikan arahan penting bagi seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa kebebasan yang dimiliki mahasiswa harus diimbangi dengan tiga fondasi utama.
"Ada tiga hal penting yang harus diingat: pertama, perkuat nilai kebangsaan; kedua, jaga persatuan dan toleransi; serta ketiga, bijak menyaring informasi, melawan hoaks, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab," tutur Prof. Haslina.
Prof. Haslina juga berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan membawa dampak nyata bagi kepribadian mahasiswa.
“Melalui seminar hari ini, saya berharap tumbuh kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki integritas terhadap lingkungan," tambahnya.
Di akhir arahannya, ia menitipkan pesan mendalam bagi seluruh civitas akademika, "Saya berharap lahir mahasiswa yang cerdas, berkarakter, menjunjung tinggi persatuan, mampu menjaga nama baik almamater, serta berkontribusi nyata untuk Indonesia”.
Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Semarang (USM), Dr. Soiful Hadi, S.T., M.Kom.
Memasuki sesi inti, seminar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Mayjen TNI (Purn) Supriyatna dari LEMHANAS RI serta Setiawan Hendra Kelana, S.Kom. dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, Mayjen TNI (Purn) Supriyatna menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara kebebasan dan ketahanan nasional di era digital.
"Pancasila itu bukan sekadar untuk dihafal, melainkan harus dibiasakan dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Kebebasan berpendapat memang hak setiap warga negara, tetapi ingat bahwa persatuan dan ketahanan nasional kita dimulai dari sikap serta etika kita sendiri, termasuk dari apa yang kita ucapkan dan bagikan di media sosial. Mari kita terapkan prinsip saring sebelum sharing agar jemari kita tidak menjadi pemicu perpecahan bangsa," tegas Supriyatna.
Sementara itu, Setiawan Hendra Kelana, S.Kom., menyampaikan pentingnya etika dan penyampaian aspirasi berbasis data di tengah melimpahnya arus informasi.
"Di era digital saat ini, ruang berekspresi terbuka sangat lebar, namun tantangan utamanya adalah bagaimana kita menjaga etika dan menyaring informasi agar tidak terjebak dalam disinformasi maupun ujaran kebencian. Pancasila harus menjadi panduan etika bagi generasi muda dalam berekspresi; menyampaikan kritik haruslah yang solutif dan berbasis fakta, bukan sekadar respons yang impulsif. Kebebasan berpendapat adalah hak mendasar, tetapi di tangan pemuda yang ber-Pancasila, kebebasan itu selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab kebangsaan," ungkap Setiawan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para mahasiswa, baik yang hadir langsung maupun via Zoom. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan menjaga persatuan nasional serta cara menyaring informasi demi melawan berita bohong di media sosial. Suasana hangat dan kondusif yang terbangun sepanjang acara membuktikan komitmen bersama civitas akademika USM dalam mengawal nilai-nilai Pancasila serta mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berintegritas, dan berwawasan luas.













