Awal Pekan yang Manis, Nilai Tukar Rupiah Sukses Menghijau Terhadap Dolar AS

JATENGPEDIA.ID - Performa nilai tukar rupiah terpantau menguat mengawali transaksi di pasar valuta asing pada pembukaan perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda sukses melesat hingga 100 basis poin atau setara dengan penguatan 0,56 persen jika disandingkan dengan posisi penutupan pada pekan sebelumnya. Pergerakan positif yang membawa mata uang domestik ke level Rp17.760 per dolar AS tersebut terjadi pada Senin (15/6) di tengah dinamika pasar global yang dinamis. Apresiasi ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional setelah sempat tertahan oleh tekanan eksternal beberapa waktu lalu.
Keberhasilan rupiah dalam menundukkan mata uang Negeri Paman Sam ternyata sejalan dengan tren penguatan massal yang terjadi pada mayoritas mata uang di kawasan Asia. Berdasarkan data pergerakan pasar yang dilansir dari CNN Indonesia, penguatan dipimpin oleh won Korea Selatan sebesar 0,28 persen, ringgit Malaysia 0,23 persen, dolar Singapura 0,19 persen, peso Filipina 0,15 persen, serta yuan China dan yen Jepang yang masing-masing terapresiasi tipis. Bahkan, kondisi serupa juga menjangkiti mata uang negara-negara maju seperti euro, poundsterling, hingga dolar Australia yang kompak bergerak di zona hijau terhadap dolar AS.
Kondisi geopolitik global yang mulai mendingin disinyalir menjadi pendorong utama di balik rontoknya indeks dolar AS pada perdagangan kali ini. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa meredanya tensi di kawasan konflik global memberikan sentimen positif yang sangat besar bagi aset-aset berisiko, termasuk rupiah.
"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on dan penurunan harga minyak mentah dunia. Indeks dolar AS juga melemah setelah muncul laporan bahwa kesepakatan damai interim antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai," ujar Lukman.
Berkaca pada perkembangan sentimen global yang cukup bersahabat tersebut, mata uang domestik diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren positifnya hingga penutupan pasar sore nanti.
Penurunan harga komoditas energi global akibat meredanya konflik diperkirakan bakal meringankan beban neraca perdagangan luar negeri kita dalam jangka pendek. Menutup proyeksinya untuk pergerakan mata uang hari ini, Lukman Leong memberikan estimasi kisaran target yang cukup optimistis bagi para pelaku pasar keuangan.
"Rupiah bergerak di rentang Rp17.700–Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini." Pungkasnya.













