Dukung Target 10 Juta Wirausaha Baru, Menteri UMKM Buka Bursa Wirausaha Unggulan di Pontianak

JATENGPEDIA.ID - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) secara resmi meluncurkan program Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) yang dipusatkan di Gedung Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan), Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pelaksanaan agenda strategis ini digelar sebagai upaya nyata untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus mengejar target nasional penciptaan 10 juta wirausaha baru hingga tahun 2029 pada Selasa, 27 Oktober 2026. Pembukaan acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri UMKM bersama jajaran Forkopimda Kalimantan Barat di sela-sela kegiatan yudisium FKIP Untan.
Dilansir dari Metrotvnews.com, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memaparkan bahwa Bursa Wirausaha Unggulan berfungsi sebagai program stimulus serta wadah business matching. Program ini mempertemukan para pelaku usaha rintisan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor perbankan, lembaga pembiayaan, investor, inkubator bisnis perguruan tinggi, hingga BUMN dan pihak swasta.
Dalam keterangannya, Maman menyampaikan bahwa, "Kalau program Bursa Wirausaha ini, ini sebetulnya program stimulus untuk mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja dengan target 10 juta, di mana salah satu daya ungkitnya melalui sektor kewirausahaan. Artinya kita lagi berkepentingan, pemerintah, untuk memperbanyak jumlah para pengusaha-pengusaha wirausaha."
Guna memastikan pertumbuhan ekosistem usaha berjalan optimal, Maman menekankan pentingnya sinergi dan dukungan konkret dari pemerintah pusat maupun daerah. Bentuk dukungan yang dikawal meliputi kemudahan skema pembiayaan, kepastian legalitas serta sertifikasi produk, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas. Sebagai langkah konkret perluasan pasar tersebut, Kementerian UMKM turut memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku UMKM lokal dengan jejaring ritel modern seperti Alfamart agar produk lokal dapat masuk ke rantai pasok nasional.
Komitmen penguatan ekonomi daerah juga ditunjukkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama oleh pimpinan dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat untuk mendukung Program SAPA UMKM. Program integrasi lanjutan dari Prokesra Produktif ini dirancang untuk memperkuat ekosistem layanan terpadu serta mempermudah proses pendampingan usaha bagi para mahasiswa, calon pengusaha muda, dan pelaku UMKM di daerah. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh dalam melahirkan wirausaha yang berdaya saing tinggi.
Rangkaian acara tersebut makin semarak dengan digelarnya pameran produk unggulan serta inovasi rintisan bisnis hasil karya mahasiswa se-Kalimantan Barat. Unjuk karya ini menjadi bukti nyata tingginya potensi serta kreativitas generasi muda dalam mendorong pergerakan roda ekonomi daerah. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha, penciptaan wirausaha baru berteknologi dan berdaya saing dapat terwujud secara berkelanjutan.













