Ekonomi RI Tangguh, Lembaga S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia

JATENGPEDIA.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan solidnya ketahanan ekonomi nasional di tengah bayang-bayang ketidakpastian pasar global pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pernyataan ini menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s (S&P), yang memilih untuk mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia di level BBB serta kategori A-2 untuk jangka pendek dengan prospek yang stabil.
S&P bahkan memproyeksikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bertahan di kisaran lima persen untuk jangka menengah, dengan estimasi menyentuh 5,1 persen sepanjang tahun ini berkat sokongan konsumsi domestik serta geliat investasi yang masif.
Dilansir dari Antara, penilaian positif dari lembaga pemeringkat dunia tersebut menjadi bukti nyata bahwa arah kebijakan fiskal dan tata kelola keuangan yang dijalankan oleh pemerintah berada di jalur yang benar.
"Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel," ujar Purbaya.
Ia menambahkan bahwa kedisiplinan dalam menjaga defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) agar tetap bertengger di bawah batas tiga persen produk domestik bruto (PDB) menjadi jangkar kebijakan yang sangat dipercaya oleh para pemodal internasional.
Kepercayaan dunia usaha ini kian diperkuat oleh performa pendapatan negara pada paruh pertama tahun ini yang sukses melonjak hingga 21 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Angka pertumbuhan yang impresif tersebut berhasil dicapai berkat langkah perbaikan sistem administrasi pajak lewat digitalisasi, meningkatnya kepatuhan wajib pajak secara nasional, serta optimalisasi sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di bidang pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah berkomitmen akan terus menekan risiko utang luar negeri seraya menajamkan efektivitas belanja negara agar alokasi anggaran bisa lebih tepat sasaran.
S&P juga mengapresiasi keberlanjutan agenda reformasi struktural di tanah air yang dinilai mampu mengerek pertumbuhan ekonomi jangka panjang, termasuk optimalisasi peran Danantara serta pengawasan devisa hasil ekspor demi mencegah kebocoran ekonomi.
Sektor perbankan domestik pun dinilai memiliki fondasi modal yang sangat tebal sehingga risiko kontingensi yang dapat membebani keuangan pemerintah tergolong sangat minim. Purbaya optimis bahwa segala dinamika tantangan fiskal saat ini hanya bersifat temporer dan penilaian stabil ini menjadi pesan kuat bagi investor global bahwa Indonesia adalah wilayah tujuan investasi yang aman serta menjanjikan.













